Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alutsista yang Dibeli Prabowo Tiba di Indonesia, Purbaya Rahasiakan Anggarannya
Penampakan pesawat tempur dan alutsista yang dibeli Prabowo sudah tiba di tanah air. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo menyerahkan sejumlah alutsista baru untuk TNI AU, termasuk enam jet tempur Rafale, pesawat angkut, radar, dan rudal buatan Prancis di Halim Perdanakusuma.
  • Purbaya Yudhi Sadewa menolak mengungkapkan besaran anggaran pembelian alutsista karena dianggap rahasia pertahanan negara.
  • Prabowo menegaskan peningkatan kekuatan udara, laut, dan darat akan terus dilakukan, dengan total 42 jet Rafale datang bertahap selama beberapa tahun ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
September 2022

Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut kontrak tahap pertama pembelian enam jet tempur Rafale bernilai 1,1 miliar dolar AS dan memperkirakan proses pengiriman memerlukan waktu sekitar 56 bulan.

18 Mei 2026

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam pesawat tempur Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu Airbus A400M Atlas MRTT, dua Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan rudal Meteor kepada Panglima TNI di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak mengungkapkan besaran anggaran pembelian alutsista tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) baru untuk TNI Angkatan Udara tiba di Indonesia dan diserahkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta KSAU Marsekal Mohamad Tonny Harjono terlibat dalam prosesi penyerahan alutsista tersebut.
  • Where?
    Penyerahan dilakukan di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
  • When?
    Kegiatan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026.
  • Why?
    Penambahan alutsista dilakukan untuk memperkuat pertahanan nasional dan meningkatkan kemampuan udara Indonesia di tengah situasi global yang tidak menentu.
  • How?
    Prabowo menyiram air kembang ke jet tempur Rafale sebagai simbol peresmian, lalu menyerahkan kunci pesawat kepada Panglima TNI yang diteruskan ke KSAU. Nilai anggaran pembelian masih dirahasiakan oleh Menteri Keuangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini Pak Prabowo kasih banyak pesawat dan alat baru buat tentara udara di Jakarta. Ada pesawat tempur, pesawat besar, dan radar dari Prancis. Pak Purbaya bilang uangnya rahasia. Pak Prabowo siram air bunga ke pesawat lalu kasih kunci ke Panglima dan KSAU. Katanya supaya Indonesia makin kuat jaga langit, laut, dan daratnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kedatangan berbagai alutsista baru yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto menandai langkah konkret dalam memperkuat pertahanan udara Indonesia. Prosesi penyerahan yang penuh simbolisme menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga kedaulatan nasional. Dengan tambahan pesawat tempur, radar, dan pesawat angkut modern, TNI AU memperoleh dukungan nyata untuk meningkatkan kesiapan dan keandalannya di tengah dinamika global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tak mau menyampaikan jumlah anggaran yang dikeluarkan untuk pembelian alutsista terbaru TNI Angkatan Udara. Menurutnya, anggaran pertahanan adalah rahasia.

"Saya gak bisa konfirmasi itu, kalau pertahanan kan rahasia itu," ujar Purbaya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

1. Sejumlah alutsista yang tiba di Tanah Air, ada pesawat tempur hingga radar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan 6 pesawat jet tempur Dassault Rafale, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, 1 pesawat Airbus A400M Atlas, 2 Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan rudal Meteor kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, kemudian diteruskan ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Penyerahan tersebut dilakukan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

"Tadi baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur ya, Rafale dan pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400, ada radar juga," ujar Prabowo.

Dalam prosesi penyerahan, Prabowo terlebih dulu menyiram air kembang ke Jet Tempur Rafale. Setelah itu, Prabowo menyerahkan kunci pesawat kepada Panglima TNI. Selanjutnya, Panglima TNI menyerahkan kunci pesawat itu ke KSAU.

Prabowo mengatakan, acara ini sebagai momentum untuk menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus memiliki alutsista yang andal di tengah ketidakpastian global.

"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," ucap dia.

2. Alutsista di wilayah udara, laut dan darat harus ditingkatkan

Presiden Prabowo Subianto serahkan 6 pesawat jet tempur Dassault Rafale, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, 1 pesawat Airbus A400M Atlas, 2 Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer dan rudal Meteor kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan, alutsista di wilayah udara, laut dan darat harus ditingkatkan.

"Dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita," kata dia.

Untuk Radar GCI GM403, total pemesanannya sebanyak 22 unit. Semua alutsista itu buatan Prancis.

3. Masih ada lagi alutsista yang akan tiba di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto serahkan 6 pesawat jet tempur Dassault Rafale, 4 pesawat Dassault Falcon 8X, 1 pesawat Airbus A400M Atlas, 2 Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer dan rudal Meteor kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo Subianto ketika masih menjabat Menteri Pertahanan sudah menyebut 42 jet tempur Rafale bakal tiba di Tanah Air secara bertahap. Namun, ia tak menyampaikan total nilai kontrak pembelian 42 jet tempur tersebut.

Juru Bicara Menhan kala itu, Dahnil Anzar Simanjuntak, sempat membocorkan nilai kontrak tahap pertama untuk enam jet tempur Rafale. Nilainya mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp15,7 triliun.

Pria yang sudah menjadi jubir Prabowo sejak di Partai Gerindra itu menyebut, usai pembayaran uang muka, proses produksi baru dilakukan. Ia menegaskan, pembelian alutsista tidak sama dengan membeli kendaraan ke dealer yang setelah terjadi transaksi, barangnya langsung dikirim ke rumah.

"Kami prediksi hingga ke tahap delivery, butuh waktu hampir 56 bulan atau hampir lima tahun," ujar Dahnil pada September 2022 lalu.

Editorial Team

Related Article