Kereta Finlandia-Swedia Beroperasi Lagi

- Layanan kereta penumpang Finlandia-Swedia kembali beroperasi pada 10 Agustus 2026, menghubungkan Oulu dengan Haparanda via Tornio setelah berhenti sejak 1988.
- VR Group menyediakan 28 perjalanan mingguan yang terhubung ke Helsinki, tetapi penumpang harus berganti kereta di Haparanda karena perbedaan lebar rel Finlandia.
- Didanai pemerintah, rute ini ditujukan mendukung mobilitas, pariwisata, ekonomi Arktik, serta ketahanan logistik dan keamanan kawasan Nordik.
Jakarta, IDN Times - Layanan kereta api penumpang yang menghubungkan Finlandia dan Swedia kembali beroperasi pada Senin (10/8/2026). Pembukaan rute ini menghubungkan kembali jaringan perkeretaapian kedua negara Nordik setelah layanan tersebut terhenti selama puluhan tahun.
Pengoperasian rute ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat kerja sama kawasan. Jalur tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan penggunaan transportasi yang lebih ramah lingkungan di Eropa.
1. Layanan kereta kembali menghubungkan wilayah utara
Rute ini melayani perjalanan dari Oulu, Finlandia, menuju Haparanda, Swedia, melalui perbatasan Tornio. Layanan tersebut menghidupkan kembali koneksi kereta api utama di wilayah utara yang dihentikan sejak 1988 karena tingginya penggunaan mobil pribadi.
Stasiun Oulu dipenuhi warga yang ingin menyaksikan perjalanan perdana rute internasional tersebut. Sejumlah penumpang bahkan datang sejak dini hari untuk mengikuti perjalanan pertama menuju Swedia.
Salah satu penumpang, Vaino Jalkanen, menilai rute tersebut membuka peluang perjalanan jarak jauh dengan kereta api.
"Sekarang, perjalanan dari Paris ke Rovaniemi, misalnya, menjadi memungkinkan," katanya.
Operator kereta api Finlandia, VR Group, menyediakan 28 perjalanan setiap minggu untuk rute Oulu-Haparanda. Jadwal tersebut mencakup keberangkatan pagi dan malam yang terhubung dengan layanan kereta jarak jauh menuju Helsinki.
2. Perbedaan lebar rel mengharuskan penumpang berganti kereta
Penumpang dari Finlandia harus berganti kereta ketika tiba di Stasiun Haparanda. Hal ini terjadi karena lebar rel Finlandia berbeda dari standar yang digunakan di sebagian besar jaringan kereta api Eropa.
Perbedaan tersebut merupakan peninggalan sejarah sejak abad ke-19, ketika Finlandia masih menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia. Setelah berganti kereta di Haparanda, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke Norwegia atau menuju Stockholm hingga Portugal.
Rute baru ini juga dinilai mempermudah hubungan antara kawasan industri dan pusat pendidikan.
"Rute baru ini akan menghubungkan Finlandia dan Swedia. Perjalanan antara kota universitas Oulu dan Luleå akan menjadi lebih mudah," kata Direktur Lalu Lintas Baru VR Juho Hannukainen, dilansir Daily Finland.
Pemerintah dan otoritas transportasi kedua negara juga bekerja sama memastikan operasional kereta serta pemeriksaan bea cukai di perbatasan berjalan lancar.
3. Rute baru mendukung ekonomi dan keamanan kawasan
Pengoperasian kembali rute ini didanai pemerintah pusat Finlandia dan pemerintah daerah melalui kontrak pelayanan publik. Skema tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan layanan yang kurang komersial, tetapi penting bagi masyarakat.
Rute ini juga dinilai dapat mendorong pariwisata dan ekonomi regional di kawasan Arktik.
"Ada permintaan dari operator tur internasional dan wisatawan Eropa," kata Kepala Pemasaran dan Intelijen Bisnis Arctic Sweden Visitors Board, Johanna Ögren.
Selain manfaat ekonomi, jalur kereta ini memiliki nilai strategis bagi keamanan kawasan Nordik.
"Koneksi transportasi juga merupakan kebijakan keamanan," kata Menteri Transportasi dan Komunikasi Finlandia, Lulu Ranne.
Pemerintah Finlandia menilai konektivitas transportasi yang andal dapat memperkuat ketahanan sosial dan kepastian pasokan logistik. Kerja sama infrastruktur antara Finlandia dan Swedia diharapkan terus berkembang.





















