Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kolombia Umumkan Rencana Keluar dari Anggota ICC

Kolombia Umumkan Rencana Keluar dari Anggota ICC
ilustrasi bendera Kolombia (unsplash.com/gustavo0351)
  • Presiden Abelardo de la Espriella mengumumkan rencana Kolombia keluar dari ICC, yang berpotensi mengubah kebijakan hukum dan luar negeri negara tersebut.
  • De la Espriella dan Kementerian Luar Negeri Kolombia belum menyampaikan pemberitahuan resmi kepada PBB maupun menetapkan tanggal keluarnya dari ICC, yang diikuti Kolombia sejak 2002.
  • AS mendorong negara Amerika Latin meninggalkan ICC; bersamaan itu Kolombia menjadi anggota ke-19 ACCC, meski pemerintah belum mengonfirmasi permintaan bantuan AS melawan penyelundupan narkoba.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kolombia di bawah Presiden Abelardo de la Espriella mengungkapkan rencana keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) pada Selasa (18/8/2026). Langkah ini akan membuat Kolombia mengubah kebijakan hukum dan luar negerinya. 

Sebelumnya, De la Espriella sudah konsisten menyuarakan perubahan kebijakan luar negeri Kolombia dalam kampanyenya. Ia pun mengungkapkan rencana penguatan hubungan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

  1. 1. Belum ada keterangan resmi dari De la Espriella

    Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella.
    Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella. (Abelardo de la Espriella, CC0, via Wikimedia Commons)

    Hingga saat ini, De la Espriella ataupun Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kolombia belum memberikan keterangan resmi kepada PBB mengenai rencana ini. Selain itu, belum ada  tanggal resmi kapan Kolombia akan keluar dari anggota ICC. 

    Dilansir Colombia One, Kolombia sudah menjadi anggota ICC dan mengakui Statuta Roma sejak Agustus 2002. Dengan itu, negara Amerika Latin tersebut mengakui yurisdiksi ICC terkait dengan tindakan kriminal internasional. 

  2. 2. AS dorong negara Amerika Latin keluar dari ICC

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengungkapkan bahwa 20 negara Amerika Latin dan Karibia seharusnya keluar dari ICC. Menurutnya, ICC adalah ancaman dalam kedaulatan negara. 

    Dalam pertemuan antara anggota Koalisi Perlawanan Kartel di Amerika (ACCC) di Panama, Hegseth menyebut bahwa pemerintah negara harus bertanya kepada institusinya dibanding badan hukum asing. Ia menilai badan hukum asing tersebut akan merampok pemerintahan dan pengadilan negara. 

  3. 3. Kolombia resmi jadi anggota ACCC ke-19

    Ilustrasi bendera Kolombia.
    Ilustrasi bendera Kolombia. (Santiago Quintero, CC BY 3.0 , via Wikimedia Commons)

    Pada saat yang sama, Hegseth resmi mengukuhkan Kolombia sebagai anggota ACCC ke-19. Masuknya Kolombia dalam ACCC ini hanya berselang sepekan setelah dilantiknya Presiden Abelardo de la Espriella. 

    Dilansir The Latin Times, Menhan AS tersebut menyebut bahwa De la Espriella sendiri yang meminta AS membantu dalam melawan penyelundupan narkoba di Kolombia. Namun, pemerintah Kolombia belum mengonfirmasi kebenaran tersebut. 

    Hegseth menyebut, misi koalisi akan bergerak lebih dari upaya diplomasi dan akan mengadakan operasi militer gabungan. Ia pun mengapresiasi Ekuador yang mau bersama-sama melawan teroris narkoba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More