TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

TR, Anak Korban Pedofil Meninggal Dunia

Kondisi TR terus menurun sejak didiagnosis kanker

TR, bocah 12 tahun yang diperkosa, terdiagnosa menderita Kanker Rectum Stadium 4. TR saat singgah di rumah singgah respek peduli, Komplek Agung Barat 4, Sunter Agung, Kec Tanjung priuk Jakarta Utara (Dok. Istimewa)

Jakarta, IDN Times - TR (12), bocah asal Kota Padang, Sumatera Barat, yang didiagnosis menderita kanker rectum stadium 4, meninggal dunia pada Senin (30/12) pukul 14.30.

TR mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit M Djamil Kota Padang Sumatera Barat.

"Iya benar TR sudah meninggal dunia," ujar pendamping TR dari Komunitas Respek Peduli, Fadli, saat dihubungi IDN Times.

Baca Juga: Hukum Kebiri Terhadap Pedofil Akan Diberlakukan di Indonesia

1. Kondisi TR terus menurun

TR, bocah 12 tahun yang diperkosa, terdiagnosa menderita Kanker Rectum Stadium 4. TR saat singgah di rumah singgah respek peduli, Komplek Agung Barat 4, Sunter Agung, Kec Tanjung priuk Jakarta Utara (Dok. Istimewa)

Dia mengungkapkan, kondisi TR memang mengalami penurunan meski sudah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Kondisi TR saat itu sudah faliatif, kemungkinan sembuh tipis, sehingga dokter menyarankan TR dirawat di Rumah Sakit M Djamil. TR kami bawa ke Padang pada 26 Desember lalu," jelasnya.

2. TR terkena kanker rectum stadium 4

TR, bocah 12 tahun yang diperkosa, terdiagnosa menderita Kanker Rectum Stadium 4. TR saat singgah di rumah singgah respek peduli, Komplek Agung Barat 4, Sunter Agung, Kec Tanjung priuk Jakarta Utara (Dok. Istimewa)

Seperti diberitakan sebelumnya, TR menjadi korban pemerkosaan tetangganya pada pertengahan tahun lalu. Selain didiagnosis kanker rectum stadium 4, organ intim TR pun sudah dalam kondisi rusak.

"Hasilnya, kanker tersebut sudah menyebar ke seluruh organ TR mulai ginjal bahkan otak," kata Fadli.

Baca Juga: Demi Dapat Foto Bugil Korbannya, Pedofil Ini Nyamar Jadi Perempuan

3. Pelaku mengiming-imingi uang pada TR

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. IDN Times/ Ardiansyah Fajar

Ibu TR, YL, berdasarkan pengakuan sang putri, menceritakan bahwa peristiwa nahas tersebut awalnya terjadi satu minggu sebelum bulan suci Ramadan 2018.

Pelaku yang merupakan tetangga dekat neneknya, mengiming-imingi korban dengan memberikan uang sebesar Rp50 ribu.

"Jadi satu minggu bisa beberapa kali, hari ini dia kasih Rp50 ribu, lusanya dia kasih Rp30 ribu, kadang Rp20 ribu," kata YL.

4. TR diancam akan dibunuh jika bersuara

Ilustrasi kekerasan (IDN Times/Sukma Shakti)

Untuk menutupi perbuatan bejatnya, AM yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini mengancam TR untuk menutup mulut usai menyalurkan nafsunya.

"TR katanya harus diam kalau tidak akan dibunuh," ujar sang ibu.

Peristiwa nahas tersebut terungkap pada Maret 2019 lalu. Saat itu, TR memilih menghabiskan liburan sekolah di rumah orangtuanya di Padang, Sumatera Barat. Sehari-hari, TR tinggal bersama sang nenek di daerah lain di Kota Padang.

5. TR berubah menjadi lebih pendiam

Ilustrasi kekerasan anak. Pixabay.com

YL curiga dengan perubahan perilaku TR. Putri bungsunya tersebut biasanya ceria, namun saat di rumah ibunya, dia selalu murung dan menjadi pendiam. Tidak hanya itu, TR enggan makan dan lebih suka mengurung diri di kamar. Bahkan, TR beberapa kali meringis kesakitan di bagian perut bawah

Suatu malam, YL melihat TR lelap tidur dengan kondisi yang mengenaskan, ranjang putrinya bersimbah darah.

"Ada gumpalan darah kayak orang melahirkan," kata dia.

6. TR mengaku diperkosa tetangga

Ilustrasi kekerasan seksual. IDN Times/Sukma Shakti

YL mengira, TR mengalami menstruasi untuk kali pertama. Namun, pikiran tersebut mulai runtuh tatkala melihat putrinya semakin kesakitan, wajahnya pun pucat pasi.

Dia kemudian membawa anaknya ke bidan. Bidan menyarankan TR menjalani rawat inap di kliniknya tanpa dipungut biaya. Dia juga menyarankan orangtua agar membujuk TR membuka mulut.

TR akhirnya mengungkapkan bahwa dia diperkosa tetangga neneknya pada Juni 2018 lalu. Bagai disambar petir, YL yang saat itu masih bekerja di kedai makanan langsung melaporkan pelaku ke Polresta Padang pada 9 Juni 2019.

"Saya kenal orangnya, dia tetangga di rumah neneknya hanya jarak satu rumah saja, tapi saat itu dia langsung kabur," kata YL.

Baca Juga: Dukung Hukuman Kebiri Kimia, DPR: Pedofil Renggut Hak Asasi Anak

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya