TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Bina Anak Korban Terorisme, Ini yang Akan Dilakukan Kemensos

Bekerja sama dengan lembaga dan kementerian terkait

(Ilustrasi teroris) IDN Times/Sukma Shakti

Jakarta, IDN Times - Tujuh anak korban terorisme di Surbaya telah diserahkan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk dibina di Jakarta. Kedatangan anak-anak ini disambut oleh Menteri Sosial Idrus Marham di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Sesuai mandat Presiden Joko Widodo kepada Idrus Marham bahwa setiap anak yang terkena dampak dari persoalan-persoalan sosial berhak untuk mendapat pembinaan tanpa diskriminasi.

Lalu apa langkah Kemensos? Setidaknya 3 hal ini yang akan dilakukan oleh kementerian yang kini di bawah kendali Idrus.

1. Bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia  

IDN Times/Margith Damanik

Idrus mengakui bahwa usaha untuk menyelesaikan dan membina anak-anak korban terorisme ini bukan usaha Kementerian Sosial seorang diri. Kementerian Sosial menyatakan akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga-lembaga terkait lainnya untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kementerian Sosial bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia yang ketua umumnya adalah kak Seto,” kata Idrus. Diharapkan kelak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia dapat membantu untuk menghibur dan memberikan permainan-permainan bagi anak-anak. 

Bersama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya, evaluasi juga akan diadakan untuk melihat perkembangan anak. Hingga saat ini tidak disebutkan secara pasti berapa lama anak-anak tersebut akan berada dalam binaan.

2. Membersihkan paham-paham radikalisme dan terorisme dari anak  

Radikalisme

Anak-anak korban terorisme disambut oleh Kementerian Sosial di Ruang VIP Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/6). Dalam kesempatan itu Kementerian Sosial mengadakan buka bersama dan bercanda bersama dengan anak-anak korban terorisme.

Hal yang pasti akan dilakukan selama melakukan pembinaan terhadap anak-anak korban terorisme menurut Idrus adalah membersihkan paham-paham radikalisme dan terorisme yang mungkin sebelumnya sudah diajarkan orang tua para anak-anak korban terorisme kepada mereka.

“Kita bisa melakukan pendampingan dan pembinaan-pembinaan dari sisi psikososialnya,” tutur Idrus. “Ini masalah kejiwaannya. Setelah itu tentu nanti pendidikan dan yang paling penting lagi adalah bagaimana paham-paham radikalisme, doktrin-doktrin terorisme dapat kita bersihkan dalam pikiran-pikiran mereka,” katanya menambahkan.

Baca juga: Anak Korban Terorisme Surabaya Diserahkan ke Kementerian Sosial

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya