Comscore Tracker

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam Bernegara

Ada lima peran mahasiswa dalam bernegara, apa saja?

Jakarta, IDN Times - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan mahasiswa memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setidaknya, ada lima peran yang menurutnya harus dilakukan para mahasiswa..

"Untuk menjalankan fungsi sebagai penggerak perubahan, mahasiswa dituntut untuk dapat bersikap kritis, berpikir visioner, dan melihat jauh ke depan. Selain mempunyai daya kreasi dan imajinasi yang kuat mengenai kondisi ideal yang dicita-citakan," kata Bamsoet dikutip dari ANTARA, Senin (18/10/21).

Apa saja lima peran penting mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

1. Mahasiswa berperan sebagai kontrol sosial

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam BernegaraSejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu mengemas makanan untuk dibagikan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri di Posko Relawan COVID-19 #RoaJagaRoa di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (8/8/2020). (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Bamsoet mengatakan mahasiswa memiliki peran sebagai kontrol sosial. Oleh karena itu, ia menilai mahasiswa harus memperjuangkan keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan masyarakat.

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan dan ketimpangan sosial. Menurutnya, mahasiswa dituntut mempunyai ketelitian dalam melihat dan memaknai realitas sosial yang terjadi pada masyarakat.

Baca Juga: Risma Ngamuk Lagi Semprot Aktivis dan Mahasiswa: Jangan Fitnah Saya!

2. Mahasiswa harus beri dampak positif bagi masyarakat

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam BernegaraDokumen KKN UMY 27/2020

Ia mengatakan mahasiswa harus bisa menjadi contoh dan teladan. Sehingga, mampu memberi dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

"Sebagai moral force, mahasiswa adalah sumber daya pembentuk moral bangsa,” kata Bamsoet.

Dia juga menjelaskan penguatan komitmen mahasiswa sebagai kekuatan moral sangat penting seiring modernisasi dan derasnya arus globalisasi. Bamsoet pun mengatakan penurunan moral bangsa menjadi tantangan yang kompleks dan dinamis, terkhusus pada generasi muda.

3. Mahasiswa berperan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam BernegaraDok.IDN Times/Istimewa

Sebagai guardian of value (penjaga nilai-nilai kebaikan), kata Bamsoet, mahasiswa memiliki peran untuk menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi legasi dan jati diri bangsa. Sehingga nilai tersebut tetap lestari dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dia juga mengatakan mahasiswa memiliki peran untuk mengembangkan nilai-nilai luhur yang bersifat universal. Misalnya kejujuran, integritas, gotong royong, toleransi, dan lain-lain berlandaskan pada kerangka berpikir yang ilmiah.

Baca Juga: Pidato Lengkap Bamsoet di Sidang MPR: Bahas Komunis-Amandemen UUD 1945

4. Mahasiswa harus menjadi manusia yang tangguh

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam BernegaraANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Bamsoet mengatakan mahasiswa berpotensi untuk melajutkan kepemimpinan nasional. Sebagai generasi penerus bangsa, kata dia, mahasiswa harus menjadi manusia tangguh dan mampu menjawab berbagai tantangan di zaman yang dinamis ini.

Tidak hanya harus cerdas dan terampil, mahasiswa juga harus berkarakter dan mempunyai wawasan kebangsaan yang memadai.

"Sebagai iron stock, mahasiswa adalah sumber daya potensial bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan nasional,” ungkapnya.

5. Mahasiswa harus mampu bersikap asertif

Ketua MPR Ingatkan 5 Peran Penting Mahasiswa dalam BernegaraTiga mahasiswa dari Aliansi Mahakam (Mahasiswa Kaltim Menggugat) diterima Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi pada Rabu, 21 Oktober 2020 (IDN Times/Yuda Almerio)

Politikus Golkar ini juga mengingatkan mahasiswa haruskan mampu bersikap asertif. Artinya mampu membangun komunikasi secara jujur, tegas, lugas, dan dengan tetap menghormati perbedaan pendapat.

"Berbeda dengan sikap agresif, sikap asertif ini mengamanatkan cara penyampaian pendapat tanpa melukai perasaan, mengedepankan keterbukaan pemikiran dan menghargai hak orang lain untuk mempunyai pandangan yang berbeda dalam menyikapi setiap persoalan," kata Bamsoet.

Baca Juga: Atasan Polisi yang Smackdown Mahasiswa Tangerang Didesak Harus Dicopot

Topic:

  • Jihad Akbar

Berita Terkini Lainnya