Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arahan Prabowo, Mulai 1 April TMP Dikelola Kemenhan, Bukan Kemensos Lagi
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Gedung Kemensos, Jumat (13/3/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Mulai 1 April 2026, pengelolaan lebih dari 200 Taman Makam Pahlawan, termasuk TMP Kalibata, resmi dialihkan dari Kementerian Sosial ke Kementerian Pertahanan atas arahan Presiden Prabowo.
  • Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menilai Kemenhan memiliki sumber daya manusia dan kapasitas yang lebih besar untuk mengelola serta memperkuat nilai-nilai perjuangan di masyarakat.
  • Kemensos mengakui keterbatasan dalam pengelolaan TMP selama ini, sehingga pengalihan ke Kemenhan dianggap langkah tepat untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pengelolaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Maret 2026

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengumumkan bahwa pengelolaan lebih dari 200 Taman Makam Pahlawan akan dialihkan dari Kementerian Sosial ke Kementerian Pertahanan. Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Gedung Kemensos.

1 April 2026

Transisi pengelolaan Taman Makam Pahlawan dari Kementerian Sosial ke Kementerian Pertahanan ditargetkan mulai efektif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pengelolaan lebih dari 200 Taman Makam Pahlawan, termasuk TMP Kalibata, dialihkan dari Kementerian Sosial ke Kementerian Pertahanan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Who?
    Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers, dengan pelaksanaan di bawah tanggung jawab Kementerian Pertahanan.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta; lokasi TMP yang dialihkan tersebar di berbagai daerah, termasuk Timor Leste dan Malaysia.
  • When?
    Transisi pengelolaan ditargetkan mulai efektif pada 1 April 2026, sebagaimana diumumkan pada Jumat, 13 Maret 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini dilakukan karena Kementerian Pertahanan dinilai memiliki sumber daya manusia dan kapasitas yang lebih memadai dibandingkan Kementerian Sosial.
  • How?
    Pengalihan dilakukan melalui arahan langsung Presiden kepada dua kementerian terkait dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga efektif pada tanggal yang telah ditetapkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengungkapkan, pengelolaan ratusan Taman Makam Pahlawan (TMP) akan dialihkan dari Kementerian Sosial ke Kementerian Pertahanan (Kemenhan), termasuk Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan.

Transisi pengelolaan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan ditargetkan mulai efektif pada 1 April 2026.

"Tidak hanya (TMP) di Kalibata, ada 200 lebih, ada juga di Timor Leste dan Malaysia juga ada. Jadi saya kira ini keputusan yang tepat," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemensos, Jumat (13/3/2026)

1. Kemenhan punya SDM yang memadai

Presiden Prabowo Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata, Minggu (17/8/2025) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menilai, pengalihan pengelolaan TMP ke Kementerian Pertahanan merupakan langkah tepat, karena kementerian tersebut dinilai memiliki sumber daya yang lebih besar.

"Menurut saya, Kementerian Pertahanan paling tepat untuk mengelola Taman Makam Pahlawan yang ada di berbagai daerah, karena itu bukan tupoksinya Kementerian Sosial sebenarnya," kata dia.

2. Pengelolaan di Kemenhan lebih maksimal

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin (kedua dari kiri) ketika memimpin rapat pimpinan Kementerian Pertahanan dan TNI. (Dokumentasi Kemenhan)

Ia menambahkan, dengan berada di bawah Kemenhan, pengelolaan TMP diharapkan dapat dilakukan lebih optimal dan memberikan pemahaman luas pada masyarakat.

"Dan tentu di bawah Kementerian Pertahanan sumber dayanya lebih besar yang bisa ikut mengelola, dan sekaligus memberikan suatu pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan kepada masyarakat luas, khususnya kepada adik-adik pelajar," ucapnya.

3. SDM Kemensos terbatas

Perdana Menteri (PM) Jepang Ishiba Shigeru bersama istri yakni Ishiba Yoshiko mengunjungi Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata, Jakarta, pada Sabtu, 11 Januari 2025 (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Ia mengakui, selama ini Kementerian Sosial memiliki keterbatasan kapasitas dalam mengelola TMP secara optimal.

"Kementerian Sosial sebenarnya tidak punya kapasitas yang mencukupi untuk bisa mengelola Taman Makam Pahlawan itu dengan baik, dengan utuh, dengan dukungan yang cukup," ujarnya.

Editorial Team