Asal Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel: Tabung Etilen di Gudang Buah

Polri memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, pada 14 Oktober 2026 bukan bom dan masih dalam pendalaman.
Olah TKP menemukan tabung etilen 52 kilogram di gudang buah; berdasarkan saksi, gas tersebut digunakan untuk mematangkan buah sebelum dipasok ke pasar.
Ledakan menyebabkan 13 korban: dua orang meninggal, empat luka berat, dan tujuh luka ringan; sebagian korban merupakan pekerja gudang buah.
Jakarta, IDN Times - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (14/10/2026) malam bukan karena bom. Dia menegaskan, ledakan diduga berasal dari tabung gas etilen yang berada di gudang penyimpanan buah.
"Ini bukan bom. Ini adalah ledakan, ya, yang saat ini masih didalami. Memang di luar setelah dilakukan olah TKP, ditemukan beberapa tabung (etilen)," ujarnya, Kamis (15/10/2026).
Saat disisir, petugas menemukan tabung etilen 52 kilogram. Menurut keterangan saksi, gas itu digunakan untuk mematangkan buah.
"Kalau berdasarkan keterangan saksi di lingkungan, lagi melakukan kegiatan pengemasan dan sebagainya. Pengepakan buah-buahan untuk disuplai ke pasar-pasar dan sebagainya. Namun, nanti lebih lanjutnya kami akan sampaikan perkembangannya," kata dia.
Akibat ledakan tersebut, terdapat 13 korban yang terdiri dari dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya luka-luka. Susatyo menjelaskan, sebagian dari korban merupakan pekerja di gudang penyimpanan buah.
"Ada sebagian pekerja karena ditemukan juga berada di depan ruko," kata dia.
Berikut data korban:
RSUD Tangsel
1. Andri (luka berat - luka bakar 90 persen)
2. Andre (luka berat - luka bakar 90 persen)
3. Maman (luka ringan - serpihan)
4. Ade (luka ringan - serpihan)
5. Riko (meninggal dunia)
RS Sari Asih
1. Anasyah (luka ringan)
2. Sarmin (luka ringan)
3. Wahyu Muhammadinno (luka ringan)
4. Mudiyawati (luka ringan)
5. Durham Efendi (luka ringan)
RS Fatmawati
1. Suryanto (luka berat)
2. Bahtiar (luka berat)
3. Achmad Tri Prasetyo (meninggal dunia)


















