Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi

2 min read
Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • Asap karhutla terdeteksi di atmosfer Jakarta bersama Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur, namun belum membuktikan peningkatan polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.
  • DLH DKI menjalankan strategi 2023–2030 dengan fokus memperkuat tata kelola, menekan emisi transportasi, serta mengurangi emisi industri dan sumber tidak bergerak.
  • Upaya mencakup penambahan pemantauan real-time, perluasan uji emisi dan CEMS industri, serta penyemprotan jalan saat udara memburuk; warga diimbau memakai masker dan membatasi aktivitas luar ruang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan telah berada di atmosfer Jakarta. Di tengah memburuknya kualitas udara Ibu Kota, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengandalkan sejumlah strategi untuk mengendalikan pencemaran udara.

Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan, Pemprov DKI telah menetapkan arah kebijakan pengendalian pencemaran udara periode 2023–2030 melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

"Strategi ini berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan tata kelola pengendalian pencemaran udara, pengurangan emisi dari sumber bergerak seperti sektor transportasi, serta pengurangan emisi dari sumber tidak bergerak seperti industri dan kegiatan lainnya," kata dia dalam keterangan, Sabtu (17/10/2026).

  1. 1. Perkuat pemantauan kualitas udara

    Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi
    Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) untuk memantau polusi udara di Rasuna Said/( IDN Times Dini Suciatiningrum)

    Dudi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pemantauan kualitas udara secara real-time melalui penambahan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

    "Masyarakat juga dapat mengakses informasi kualitas udara Jakarta melalui laman udara.jakarta.go.id," ujar dia.

  2. 2. DLH perluas uji emisi

    Asap Karhutla Masuk Atmosfer Jakarta, DLH Perkuat Pengendalian Emisi
    17 truk pengangkut barang gagal uji emisi di kawasan industri JIEP. (Dok. DLH DKI)

    Selain itu, DLH memperluas pelaksanaan dan pengawasan uji emisi kendaraan bermotor, termasuk penerapan sanksi bagi kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu emisi sesuai ketentuan yang berlaku.

    "Pengendalian emisi juga menyasar sektor industri. Industri berisiko tinggi diwajibkan memasang Continuous Emission Monitoring System (CEMS) agar emisinya dapat dipantau secara langsung oleh pemerintah. Audit emisi berkala turut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan," kata dia.

  3. 3. Penyemprotan jalan jika kualitas udara memburuk

    Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya)
    Polda Metro Jaya kerahkan 4 mobil water cannon semprot jalan protokol untuk atasi polusi udara Jakarta. (dok. Humas Polda Metro Jaya)

    Ketika kualitas udara memburuk, Pemprov DKI juga melakukan penyiraman dan penyemprotan di jalan-jalan utama bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

    DLH DKI Jakarta juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengevaluasi berbagai sumber emisi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian pencemaran udara.

    "Saat kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar ruang. Penyemprotan jalan secara berkala juga dapat dilakukan untuk membantu mengurangi debu yang berpotensi terangkat ke udara," kata dia.

    Sebelumnya, BMKG mendeteksi sebaran asap karhutla di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat (16/10/2026). Namun, keberadaan asap di atmosfer belum membuktikan peningkatan konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat di permukaan.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More