Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Mengganas, 62.400 Balita Terjangkit ISPA
Manggala Agni melakukan pemadaman Karhutla di Kalimantan (dok. Kemenhut)
  • Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla hingga 12 Oktober 2026, dengan 62.400 kasus dialami balita.
  • Asap karhutla mengandung PM2.5 dan zat berbahaya yang memicu gangguan pernapasan; bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit paru kronis tergolong rentan.
  • Orangtua diminta segera membawa anak dengan sesak napas ke fasilitas kesehatan; warga dianjurkan mengurangi aktivitas luar ruangan dan memakai N95 atau KN95 saat harus keluar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
12 Oktober 2026

Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA kumulatif di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla. Sebanyak 62.400 kasus dialami anak usia 0 sampai 5 tahun.

Rabu (14/10/2026)

Kemenkes menyatakan data terus dipantau untuk mendeteksi peningkatan kasus dan memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak karhutla. Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap dan segera membawa anak dengan gejala sesak napas ke fasilitas kesehatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA kumulatif di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan, termasuk 62.400 kasus pada anak usia 0–5 tahun.
  • Who?
    Balita, bayi, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit paru kronis menjadi kelompok rentan. Kemenkes melalui Aji Muhawarman memantau kasus dan menyampaikan imbauan kesehatan.
  • Where?
    Kasus tercatat di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.
  • When?
    Data kumulatif tercatat per 12 Oktober 2026 dan disampaikan Kemenkes pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Why?
    Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya yang dapat memicu ISPA, batuk, sesak napas, serta memperburuk asma.
  • How?
    Kemenkes memantau peningkatan kasus, mengimbau pengurangan aktivitas luar ruang, penggunaan N95 atau KN95, serta membawa anak ke fasilitas kesehatan bila mengalami gangguan pernapasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan dan lahan membuat banyak orang sakit napas. Di tujuh provinsi, ada 277.075 orang kena ISPA. Sebanyak 62.400 adalah bayi dan anak kecil sampai umur 5 tahun. Kemenkes terus melihat keadaan ini. Orang tua diminta membawa anak ke tempat berobat kalau anak sesak napas atau susah minum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tingginya kasus ISPA akibat asap karhutla, pemantauan Kemenkes di wilayah terdampak menunjukkan perhatian terhadap potensi peningkatan gangguan kesehatan. Penekanan pada balita dan kelompok rentan, disertai panduan jelas mengenai tanda darurat, penanganan di fasilitas kesehatan, serta perlindungan dari paparan, memberi dasar respons yang lebih terarah bagi keluarga di tengah kualitas udara memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen dialami anak usia 0 sampai 5 tahun.

"Data per 12 Oktober 2026 tersebut terus dipantau untuk mendeteksi peningkatan kasus sekaligus memperkuat respons kesehatan di wilayah terdampak karhutla," ucap Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan, Rabu (14/10/2026).

1. Balita termasuk kelompok rentan

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan intensif, operasi darat dan udara, serta verifikasi langsung terhadap indikasi titik panas (hotspot) di lapangan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas pada pemantauan terbaru. (Dok. Kemenhut)

Aji menjelaskan asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 dan zat berbahaya lainnya yang dapat memicu gangguan pernapasan. Paparan asap tersebut dapat menyebabkan ISPA, batuk, dan sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma.

"Bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), dan penderita penyakit paru kronis termasuk kelompok yang rentan mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap karhutla," terangnya.

2. Jika sesak nafas segera bawa ke faskes

Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, hingga jarak pandang turun 400 meter pada Kamis (8/10/2026). (Dok/BNPB)

Kemenkes mengingatkan orangtua agar mewaspadai gejala gangguan pernapasan pada anak, terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

"Jika anak mengalami sesak napas, napas cepat, sulit menyusu atau minum, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Penggunaan nebulizer harus sesuai indikasi dan petunjuk tenaga medis, bukan dilakukan sembarangan secara mandiri," imbaunya.

3. Gunakan masker berlapis

Ria Norsan bantu relawan padamkan api di lahan karhutla. (IDN Times/Teri).

Aji mengimbau masyarakat terdampak agar mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Namun, jika harus keluar, gunakan respirator seperti N95 atau KN95 yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus.

"Apabila tidak tersedia masker jenis tersebut, bisa gunakan masker medis atau masker kain secara berlapis agar lebih efektif menyaring udara. Bayi dan balita sebaiknya dilindungi dengan mengurangi paparan asap, bukan mengandalkan masker," imbaunya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article