Menhut Sebut Pemerintah Maksimalkan Modifikasi Cuaca Tangani Karhutla Kalteng

Pemerintah memaksimalkan operasi modifikasi cuaca untuk membantu menangani karhutla di Kalimantan Tengah.
Penanganan juga diperkuat melalui water bombing, meski penerbangan helikopter terkendala visibilitas.
Drone thermal digunakan untuk memantau pergerakan kepala api dan menentukan strategi pemadaman.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Operasi modifikasi cuaca (OMC) dimaksimalkan dan menambah kekuatan pasukan dan peralatan di darat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan alami di Kalteng diperkirakan baru hadir pada awal November. Dia memastikan pemerintah tidak hanya menunggu hujan dan terus melakukan berbagai upaya penanganan di lapangan.
“Seperti yang diprediksi oleh BMKG hujan alami ini baru akan ada di Kalimantan Tengah ini mungkin nanti di awal November. Sementara operasi modifikasi cuaca terus kita lakukan, kita tidak pernah berpangku tangan,” ujar Menhut Raja Juli dalam keterangan tertulis Kemenhut, Selasa (13/10/2026).
1. OMC dilakukan ketika terdapat bibit awan yang dapat disemai

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Dok. BNPB) Raja Antoni menjelaskan, OMC dilakukan ketika terdapat bibit awan yang dapat disemai untuk membantu proses pembasahan wilayah. Penyemaian tidak hanya dilakukan di wilayah yang sedang mengalami karhutla, tetapi juga dapat dilakukan di wilayah lain yang memiliki potensi awan untuk mendukung upaya pelembaban.
“OMC dilakukan di mana ada bibit awan ya. Apakah itu kabupaten yang ada karhut atau tidak tetap kita semai ya untuk melakukan pelembaban. Kalau syukur-syukur pemadaman dengan curah hujan yang tinggi,” katanya.
2. Water bombing juga dilakukan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI) Selain OMC, pemerintah juga memperkuat penanganan dari udara melalui water bombing. Namun, Menhut menjelaskan operasi udara masih menghadapi kendala visibilitas sehingga helikopter belum selalu dapat diterbangkan.
“Pemerintah terus memanfaatkan celah kondisi cuaca ketika memungkinkan untuk kembali melakukan pemadaman dari udara,” ujarnya.
3. Pemantauan menggunakan drone thermal

Persiapan dan briefing teknis di Bandara Raden Inten II, Lampung, sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Lampung Timur, Kamis (27/8). (Dok. BNPB) Strategi penanganan diperkuat dengan pemantauan menggunakan drone thermal untuk mengidentifikasi pergerakan kepala api dan menentukan strategi pemadaman.
“Jadi sekali lagi terima kasih ya kritik saran, evaluasi, bahkan kritik pedas sekalipun ya. Kami dengar. Itu menjadi motivasi kami untuk bergerak lebih serius lagi untuk mengatasi ini,” ujar Menhut.






















