Seberapa Efektif Air Purifier Menyaring Partikel Asap Karhutla?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Selain merusak hutan dan lingkungan, karhutla juga menghasilkan asap yang dapat menyebar hingga ke permukiman warga. Asap ini mengandung partikel halus, salah satunya PM2.5, yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru saat terhirup.
Paparan partikel tersebut dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi paparan asap di dalam ruangan ialah menggunakan air purifier atau alat pembersih udara. Namun, seberapa efektif alat ini menyaring partikel asap karhutla dan apa saja hal yang perlu diperhatikan saat menggunakannya? Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui.
1. Cara air purifier menyaring partikel halus dari asap karhutla

ilustrasi air purifier (vecteezy.com/Sujin jetkasettakorn) Air purifier atau alat pembersih udara bekerja dengan menarik udara dari ruangan, kemudian melewatkannya melalui filter untuk menangkap partikel yang terkandung di dalamnya. Salah satu jenis filter yang banyak digunakan adalah high efficiency particulate air (HEPA). Mengutip dari US Environmental Protection Agency (EPA), filter HEPA mampu menyaring setidaknya 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron dalam kondisi pengujian tertentu.
Kemampuan ini membuat filter HEPA dapat membantu mengurangi partikel halus dari asap karhutla, termasuk PM2.5, yang berukuran sangat kecil dan dapat masuk ke paru-paru ketika terhirup. Meski demikian, efektivitas air purifier tidak hanya bergantung pada jenis filter, tetapi juga kapasitas alat, ukuran ruangan, dan lama penggunaannya. Karena itu, pemilihan alat yang sesuai dengan luas ruangan menjadi salah satu faktor penting untuk membantu mengurangi paparan partikel asap di dalam rumah.
2. Efektivitas air purifier dalam mengurangi paparan PM2.5 akibat karhutla

ilustrasi asap karhutla (unsplash.com/Matt Palmer) Berdasarkan panduan EPA, penggunaan air purifier dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan. Alat ini bekerja dengan menarik udara dan menyaring partikel asap, termasuk PM2.5, menggunakan filter yang sesuai. Efektivitasnya dipengaruhi oleh kapasitas alat, luas ruangan, dan kecepatan kipas yang digunakan.
Sementara itu, dilansir US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyaringan udara dalam ruangan dapat menurunkan konsentrasi PM2.5 akibat asap kebakaran hutan. Meski demikian, air purifier tidak menjamin seluruh partikel asap hilang dari udara. Oleh sebab itu, EPA juga menyarankan untuk mengurangi masuknya asap dari luar dengan menutup pintu dan jendela saat udara tercemar
3. Batas kemampuan air purifier saat asap karhutla menyelimuti wilayah

ilustrasi air purifier (vecteezy.com/Tonefoto grapher) Air purifier dapat membantu mengurangi partikel halus dari asap karhutla di dalam ruangan, tetapi alat ini tidak mampu menghilangkan seluruh polutan di udara. EPA menjelaskan bahwa filter HEPA memang dapat menyaring partikel seperti PM2.5, tetapi tidak dirancang untuk menghilangkan gas berbahaya yang terkandung dalam asap. Untuk membantu mengurangi gas dan bau, beberapa alat dilengkapi filter tambahan seperti karbon aktif.
EPA juga menyarankan masyarakat menutup pintu dan jendela saat asap menyelimuti wilayah serta memilih air purifier dengan kapasitas yang sesuai dengan luas ruangan. Selain itu, alat sebaiknya digunakan sesering mungkin dan filternya diganti sesuai petunjuk produsen agar tetap berfungsi dengan baik. Jika memungkinkan, masyarakat juga perlu mengurangi masuknya udara tercemar dari luar untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Sederhananya, air purifier cukup efektif untuk membantu mengurangi partikel halus seperti PM2.5 dari asap karhutla di dalam ruangan, terutama jika menggunakan filter HEPA dan memiliki kapasitas yang sesuai dengan luas ruangan. Namun, alat ini tidak dapat menghilangkan seluruh polutan, terutama gas tertentu yang terkandung dalam asap sehingga penggunaannya perlu disertai upaya mengurangi masuknya asap dari luar. Dengan penggunaan yang tepat, air purifier dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengurangi paparan asap karhutla dan menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Referensi
“Evidence on the Use of Indoor Air Filtration as an Intervention for Wildfire Smoke Pollutant Exposure”. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Oktober 2026.
“Guide to Air Cleaners in the Home”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.
“How to Create a Cleaner Air Room at Home”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.
“Strategies to Reduce Exposure Indoors”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.
“What Is a HEPA Filter?”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.
“Wildfires and Indoor Air Quality (IAQ)”. U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses Oktober 2026.






![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Kamu, Mungkin Ini Jenis Magnesium yang Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)















