Gedung sate Kota Bandung (Unsplash.com/Arfan Husni Hasibuan)
Asep juga meminta Pemkot Bandung memperkuat harmonisasi dan sinkronisasi dalam pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
Menurutnya, pekerjaan infrastruktur perlu direncanakan secara terpadu agar tidak terjadi tumpang tindih yang dapat menyebabkan pemborosan anggaran, mengganggu aktivitas warga, maupun merusak pekerjaan yang sebelumnya telah selesai.
“Jangan sampai ada satu pekerjaan proyek yang mengganggu atau bahkan merusak proyek lainnya. Perencanaan dan koordinasi antar-OPD harus diperkuat,” kata Asep.
Ia menilai pembangunan Kota Bandung membutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat, termasuk antara pemerintah kota, perangkat daerah, aparat kewilayahan hingga pihak-pihak yang melaksanakan pekerjaan infrastruktur.
“Bandung ini kota yang terus bergerak dan berkembang. Karena itu, pembangunan harus dikerjakan secara terintegrasi. Jangan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.
Di usia ke-216, Asep berharap Kota Bandung semakin mampu memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas, sekaligus menjaga wajah kota tetap tertata, nyaman, dan indah.
“Selamat Hari Jadi Kota Bandung ke-216. Mari kita jadikan momentum ini sebagai evaluasi dan komitmen bersama untuk menghadirkan Bandung yang semakin nyaman, tertata, pelayanan publiknya semakin baik, dan pemerintahnya semakin responsif terhadap masyarakat,” pungkasnya. (WEB)