Jakarta, IDN Times - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) desak Presiden Prabowo Subianto untuk menyetop pelibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelatihan dasar militer Komcad. Selain itu YLBHI juga meminta agar kematian ASN bernama Vanreko Varkas Bagaskara segera diusut secara tuntas. YLBHI menolak kematian ASN berusia 28 tahun itu dianggap sebagai persoalan medis belaka.
"Kematian almarhum tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang sejak awal bermasalah, baik dari cara peserta direkrut, cara mereka dilatih maupun posisi hukum mereka setelah ditetapkan sebagai Komcad," ungkap Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur di dalam keterangan pada Senin (28/9/2026).
Apalagi muncul keterangan dari kerabat Vanreko bahwa beberapa hari sebelum kolaps, mendiang sudah mengalami mimisan dan demam tinggi, tetapi hanya diberi obat penurun demam. Keterangan ini berbeda dengan narasi kolaps mendadak dan harus diuji secara independen.
Pemerintah seolah tidak belajar dari kejadian serupa saat digelar latihan militer dasar bagi calon manajer koperasi desa merah putih. Total ada lima calon manajer kopdes merah putih yang meninggal.
