Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Astaga, 70.890 Anak Balita Alami ISPA Akibat Asap Karhutla
Anak terkena ISPA akibat polusi udara yang buruk. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Kemenkes mencatat 314.124 kasus ISPA di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak karhutla hingga 20 Oktober 2026, termasuk 70.890 kasus pada balita.

  • Kesiapan layanan diperkuat melalui 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit, layanan gratis, 477 rumah oksigen, serta mobilisasi lebih dari 2.600 tenaga kesehatan.

  • Kemenkes menyalurkan obat, vitamin, 3,7 juta masker, dan peralatan kesehatan, sekaligus memantau penyakit serta kualitas udara melalui ISPU dan dasbor informasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Asap dari kebakaran hutan dan lahan membuat banyak orang sakit napas. Ada 314.124 orang terkena ISPA, termasuk 70.890 anak kecil umur sampai 5 tahun. Kemenkes menyiapkan puskesmas, rumah sakit, rumah oksigen, obat, vitamin, dan masker. Sekarang mereka juga mengecek udara dan membantu orang mencari rumah oksigen terdekat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tingginya kasus ISPA akibat karhutla, respons kesehatan menunjukkan penguatan yang terukur, dari kesiapan ribuan fasilitas hingga mobilisasi tenaga medis dan penyediaan rumah oksigen. Layanan gratis, stok obat, distribusi masker, serta pemantauan kualitas udara dan dasbor informasi memberi masyarakat akses lebih jelas terhadap perlindungan dan bantuan yang tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 314.124 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data tersebut mencakup tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota terdampak.

Berdasarkan data Kemenkes per 20 Oktober 2026, terdapat 3.269 kasus ISPA yang dilaporkan pada hari tersebut. Dari total kasus kumulatif, sebanyak 70.890 kasus dialami anak berusia 0–5 tahun, sedangkan 243.234 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun.

1. Perkuat fasilitas kesehatan

Bupati Muba bersama Forkopimda saat meninjau karhutla di Muara Medak. (Dok. Pemkab Muba)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla.

"Salah satunya dengan memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, yang mencakup 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit," ucap Aji dalam keterangan.

2. Kemenkes menyediakan 477 rumah oksigen

Pemprov Kalteng sediakan Rumah Oksigen dan bagikan masker bagi masyarakat. (Dok. Pemprov Kalteng)

Kemenkes juga menyediakan layanan kesehatan gratis di puskesmas dan rumah sakit daerah untuk menangani penyakit yang berkaitan dengan dampak karhutla, seperti ISPA dan diare.

Selain itu, Kemenkes menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit, dan lokasi lainnya. Lebih dari 2.600 tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan epidemiolog, turut dimobilisasi untuk mendukung penanganan dampak kesehatan. Kemenkes juga menyiapkan 578.878 obat-obatan, seperti obat batuk, obat diare, dan antibiotik, serta 1.500 vitamin.

"Untuk mendukung perlindungan masyarakat, sekitar 3,7 juta masker N95 dan masker bedah telah dikirimkan, disertai perlengkapan kesehatan lainnya, termasuk konsentrator oksigen dan alat pelindung diri (APD)," ujarnya.

3. Cek kualitas udara

Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Rasuna Said/( IDN Times Dini Suciatiningrum)

Upaya lainnya meliputi pemantauan penyakit dan kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), edukasi kesehatan kepada masyarakat, serta penyediaan dasbor pemantauan untuk membantu masyarakat mengetahui kualitas udara dan lokasi rumah oksigen terdekat.

"Menyediakan dashboard pemantauan untuk mengetahui kualitas udara dan rumah oksigen terdekat," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article