Amirul Hajj Yusuf Hamka atau lebih akrap disapa Babah Alun menceritakan kisahnya mencium hajar aswad (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
Usai melaksanakan salat Subuh dan salat jenazah, perjuangan fisik yang sesungguhnya pun dimulai. Babah Alun bersama timnya saling bantu untuk merangsek maju mendekati sudut Hajar Aswad.
Ia menceritakan betapa dahsyatnya dorongan dari jemaah lain yang bertubuh jauh lebih besar dari berbagai negara. "Itu kita digoncang ke kanan ke kiri... sama orang-orang Afrika, Nigeria, Pakistan yang gede-gede badannya," ceritanya.
Dalam desakan tersebut, ia bahkan sempat terkena sikut jemaah lain tepat di bagian dada yang terpaksa ia tahan dengan telapak tangannya. Namun, dengan bantuan rekan-rekannya yang membukakan jalan dan niat yang kuat, Babah Alun akhirnya berhasil mencium batu dari surga tersebut. Setelah berhasil, ia tidak langsung pergi, melainkan menahan dorongan arus jemaah (bertindak seperti penahan air bah) agar teman-temannya yang lain juga bisa mendapat giliran.
Saking kerasnya perjuangan di pusaran Hajar Aswad, Babah Alun sampai kehilangan kain ihram bagian atasnya. "Kain ihram saya yang atasnya hilang. Alhamdulillah Ya Allah, untung hilang ihram, bukan hilang nyawa," selorohnya sambil tertawa.