Bandara Riyadh Diserang, Kemenhaj Imbau WNI dan Jemaah Umrah Waspada

Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, menewaskan satu warga Pakistan dan melukai 11 orang, sehari setelah serangan sebelumnya menewaskan 13 orang serta melukai ratusan lainnya.
Kemenhaj mengimbau WNI dan jemaah umrah di Arab Saudi tetap tenang, mengutamakan keselamatan, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas tidak mendesak, dan hanya mengikuti informasi resmi.
Jemaah umrah diminta berkoordinasi dengan PPIU terkait kondisi serta jadwal penerbangan, sementara seluruh WNI perlu memantau arahan KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan Kementerian Luar Negeri.
Jakarta, IDN Times – Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10/2026) menewaskan seorang warga negara Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Insiden tersebut terjadi sehari setelah serangan di bandara yang sama menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya.
Menyusul perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta WNI tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas setempat. Imbauan ini juga ditujukan kepada jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi maupun yang belum berangkat.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan,” ujar Ichsan dikutip dari siaran pers pada Rabu (14/10/2026).
Berikut sejumlah imbauan Kemenhaj bagi WNI dan jemaah umrah di tengah perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
1. Hindari lokasi rawan dan batasi aktivitas yang tidak mendesak

Serangan Houthi ke King Khalid International Airport di Riyadh, Arab Saudi. (AFP/Saudi Media Ministry) Ichsan meminta WNI di Arab Saudi, termasuk Jemaah umrah menghindari lokasi yang berpotensi rawan, terutama kawasan yang terdampak perkembangan situasi keamanan. WNI juga diimbau membatasi aktivitas yang tidak mendesak serta mematuhi aturan dan arahan keselamatan dari otoritas setempat.
“Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” kata dia.
Ia juga menekankan agar WNI memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
“WNI diharapkan tidak menyebarluaskan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat harus mengutamakan informasi resmi dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi,” tegas Ichsan.
2. Jemaah yang masih di Arab Saudi diminta berkoordinasi dengan PPIU

Ilustrasi jemaah umrah di Masjidil Haram, Makkah (pexels.com/Ali Karim) Ichsan juga meminta jemaah umrah yang berada di Arab Saudi untuk tetap berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
“Bagi jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, tetap berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat,” kata dia.
Selain itu, pihak PPIU juga diharapkan memastikan kondisi jemaah agar tetap terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala.
3. Jemaah yang belum berangkat perlu memastikan jadwal penerbangan

Proses pemulangan jemaah umrah asal Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah (Dok. Media Center Haji) Ichsan juga mengimbau jemaah untuk terus berkoordinasi dengan PPIU untuk mengetahui jadwal keberangkatan, status penerbangan, hingga kesiapan keberangkatan.
Jemaah juga diminta tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila terdapat perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan, mereka diharapkan meminta penjelasan langsung kepada penyelenggara.
“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.
4. Pantau informasi dari pihak berwenang Indonesia di Arab Saudi

Suasana pencoblosan di TPSLN KBRI Riyadh, Arab Saudi. (dok. PPLN Riyadh) Pada kesempatan ini, WNI juga diimbau untuk memantau informasi dan arahan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta Kementerian Luar Negeri.
Kemenhaj menegaskan, kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku perlu menjadi perhatian seluruh WNI yang berada di Arab Saudi.
“Seluruh WNI, khususnya jemaah umrah, perlu mengutamakan keselamatan, menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan, dan mengikuti arahan otoritas setempat selama situasi keamanan masih berkembang,” tutup Ichsan.




















