KBRI Riyadh: 2 WNI Luka Ringan Imbas Serangan, Sudah Pulang

Dua WNI mengalami luka ringan akibat serangkaian serangan di Riyadh pada 11 Oktober 2026 dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.
Arab Saudi mencegat rudal balistik serta tiga drone di Riyadh, sementara Bandara Internasional King Khalid ditutup hingga 17 Oktober 2026.
KBRI Riyadh memantau keamanan dan mengimbau WNI mengikuti arahan resmi serta tidak menyebarkan foto atau video terkait serangan.
Jakarta, IDN Times - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh mengonfirmasi dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan di tengah serangkaian serangan yang menyasar Riyadh, Arab Saudi. Keduanya sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit setempat pada 11 Oktober 2026 dan telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
Informasi mengenai kondisi kedua WNI tersebut disampaikan secara resmi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi kepada KBRI Riyadh pada Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan keterangan KBRI Riyadh, Rabu (14/10/2026), kedua WNI tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib Al-Takhasusi di Riyadh. KBRI terus memantau perkembangan situasi keamanan sekaligus memastikan kondisi dan keselamatan WNI di Arab Saudi.
Sebelumnya, pada Senin lalu, KBRI Riyadh telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu Arab Saudi untuk meminta informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban dalam rangkaian serangan tersebut.
1. Arab Saudi cegat rudal dan tiga drone di Riyadh

ilustrasi bendera Arab Saudi (unsplash.com/Akhilesh Sharma) Situasi keamanan di Riyadh masih menjadi perhatian setelah munculnya ancaman serangan udara. Pada Senin (12/10/2026) pukul 21.00 waktu setempat, Pertahanan Sipil Arab Saudi mengaktifkan sistem peringatan dini nasional di Riyadh menyusul potensi ancaman serangan udara.
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 21.10 waktu setempat, otoritas setempat mengumumkan bahwa ancaman telah berlalu dan situasi dinyatakan aman kembali. Di tengah perkembangan tersebut, Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman juga melaporkan keberhasilan mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diarahkan ke Riyadh.
Ancaman kembali dilaporkan pada Selasa (13/10/2026). Mengutip Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA), juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan tiga pesawat nirawak atau unmanned aerial vehicle (UAV) berhasil dicegat dan dilumpuhkan di wilayah utara Riyadh pada pukul 15.03 waktu setempat.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah penutupan Bandara Internasional King Khalid. Berdasarkan pemberitahuan kepada penerbang atau Notice to Airmen (NOTAM), penutupan bandara diperpanjang hingga 17 Oktober 2026 pukul 24.00 waktu setempat.
2. KBRI pastikan tak ada WNI jadi korban di dua rumah sakit

Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi) Untuk memastikan kondisi WNI di tengah situasi keamanan yang berkembang, KBRI Riyadh kembali mendatangi dua rumah sakit di Riyadh pada Selasa (13/10/2026), yakni Mouwasat Hospital dan Riyadh Hospital.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kedua rumah sakit tersebut, tidak ditemukan WNI yang menjadi korban. Namun, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan informasi resmi mengenai dua WNI yang mengalami luka ringan pada 11 Oktober 2026 dan sempat menjalani perawatan medis.
Kedua WNI tersebut dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib Al Shahafah dan Rumah Sakit Sulaiman Habib Al-Takhasusi. Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah mendapatkan perawatan.
KBRI Riyadh menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan dan memberikan pelayanan kepada WNI di Arab Saudi. Kedutaan juga mengimbau WNI agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi rawan, mematuhi arahan otoritas setempat, serta mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
3. WNI diimbau tak sebarkan foto dan video serangan

Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons) Selain meningkatkan kewaspadaan, WNI di Arab Saudi diingatkan agar tidak mengambil foto, merekam, menyebarkan, atau membagikan informasi mengenai pencegatan maupun lokasi jatuhnya rudal dan drone.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan adanya pembatasan terhadap pengambilan dan penyebaran foto atau video kejadian, penyebutan maupun penyebaran lokasi insiden, serta penyebaran informasi terkait yang beredar di media sosial.
Pelanggaran terhadap pembatasan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku di Arab Saudi. Karena itu, WNI diminta berhati-hati dalam mengakses maupun membagikan informasi terkait perkembangan keamanan di negara tersebut.
KBRI Riyadh memastikan tetap beroperasi dan terus memberikan pelayanan kepada WNI. Warga Indonesia yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990.




















