Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Banyuwangi Perkuat Peran Indonesia di ASEAN Smart Cities Network
Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini digelar untuk membahas kerja sama dalam memajukan pembangunan wilayah perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan. (Dok. Pemkab Banyuwangi)
  • Pertemuan tahunan ASEAN Smart Cities Network ke-9 digelar daring dari Filipina dengan Indonesia menjadi tuan rumah konsolidasi di Banyuwangi, diikuti 11 negara anggota dan mitra internasional.
  • Enam delegasi kota dan kabupaten Indonesia memaparkan kemajuan program smart city masing-masing, berbagi praktik baik untuk memperkuat kolaborasi pembangunan perkotaan berkelanjutan di Asia Tenggara.
  • Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyoroti inovasi daerahnya seperti pengelolaan sampah sirkular TPS3R dan layanan telekonsultasi kesehatan Oasis Wangi yang aktif 24 jam melalui WhatsApp.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pertemuan delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) digelar di Banyuwangi dan terhubung secara daring dengan rapat tahunan ASCN ke-9 yang berpusat di Filipina untuk membahas pengembangan kota cerdas berkelanjutan.
  • Who?
    Pertemuan dipimpin oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal, diikuti Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta perwakilan dari enam daerah dan 11 negara anggota ASEAN beserta mitra internasional.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan koneksi daring ke pusat rapat tahunan ASCN yang diselenggarakan di Filipina.
  • When?
    Pertemuan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, bersamaan dengan penyelenggaraan Annual Meeting ASCN ke-9.
  • Why?
    Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Indonesia dalam jaringan kota cerdas ASEAN serta berbagi praktik baik pembangunan perkotaan berkelanjutan antaranggota dan mitra internasional.
  • How?
    Pertemuan dilakukan secara hybrid melalui tatap muka di Banyuwangi dan sambungan daring; para delegasi memaparkan kemajuan program smart city masing-masing serta berdiskusi mengenai inovasi dan kolaborasi regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut tersambung secara daring dalam rapat tahunan ASCN ke-9 yang berpusat di Filipina. Annual Meeting ini diikuti oleh 11 negara anggota ASEAN secara daring. Selain anggota Asean, juga dihadiri negara mitra seperti Korea, Jepang, Uni Emirate Arab, hingga Rusia. Kegiatan ini digelar untuk membahas kerja sama dalam memajukan pembangunan wilayah perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan.

Pertemuan di Banyuwangi diikuti oleh perwakilan enam delegasi yang berasal dari kabupaten/kota yang berbeda-beda di Indonesia. Yakni Kabupaten Banyuwangi, Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar.

1. Diikuti oleh 11 negara anggota ASEAN secara daring

Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini digelar untuk membahas kerja sama dalam memajukan pembangunan wilayah perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan. (Dok. Pemkab Banyuwangi)

Pertemuan dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal dan diikuti oleh kepala daerah atau perwakilannya dari kabupaten/kota delegasi.

Safrizal menjelaskan, ASCN merupakan asosiasi negara-negara yang mempelopori pemajuan smart city di Asia Tenggara. Dalam asosiasi ini, kata dia, Indonesia punya peran untuk memajukan smart city, baik di kabupaten/kota di Tanah Air maupun di negara-negara lain di Asia Tenggara.

"Kami memusatkan pertemuan konsolidasi di Kabupaten Banyuwangi. Awalnya, saat ASCN berdiri pada 2018, yang kita promosikan ke tingkat Asia Tenggara, yakni DKI Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Sekarang kita tambah 3 lagi," kata dia.

2. Dalam pertemuan ini, para delegasi melaporkan tentang kemajuan smart city

Potret Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Dalam pertemuan hari itu, kata Safrizal, para delegasi melaporkan kemajuan smart city di wilayahnya masing-masing kepada peserta rapat tahunan ASCN.

"Di sinilah kita bisa sharing berbagai praktek baik yang dilakukan masing-masing delegasi. Kita bisa saling tukar pikiran, bahkan bisa saling mencontoh praktek baiknya," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan berbagai progres pengembangan “Smart City” di Banyuwangi. Mulai dari pemanfaatan Big Data, program kesehatan tele konsultasi online 24jam, hingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Banyuwangi hadir bersama jaringan kota ASCN lainnya untuk saling berbagi praktek baik terkait program Smart City dengan negara ASEAN. Banyuwangi sendiri mengembangkan smart city dengan pendekatan smart village,” kata Ipuk.

3. Bupati Ipuk memaparkan berbagai progres pengembangan smart city di Banyuwangi

Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini digelar untuk membahas kerja sama dalam memajukan pembangunan wilayah perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan. (Dok. Pemkab Banyuwangi)

Salah satu yang dicontohkan adalah pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dengan berdirinya Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Ini merupakan sistem pengelolaan sampah sirkular mulai dari memilih sampah di level rumah tangga, Pendidikan linkungan, mendorong partisipasi masyarakat hinga mengubah sampah menjadi energi.

“Program ini mampu mengurangi sampah yang tidak terolah lebih lanjut, bahkan juga telah mampu mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Sebanyak puluhan ton RDF tersebut telah dikirim untuk menjadi bahan bakan industri,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk juga memaparkan Banyuwangi telah mengembangkan program kesehatan Telekonsultasi kesehatan gratis bersama mitra Noora Health. Oasis Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi) ini memberikan layanan konsultasi kesehatan non-stop (24 jam) melalui platform WhatsApp.

“Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara realtime. Juga bisa menerima tips dan edukasi kesehatan secara reguler,” ujar Ipuk.

“ASCN ini menginspirasi semua anggotanya untuk saling belajar praktek baik bagaimana menciptakan daerah yang tidak hanya smart, namun juga yang dalam kerangka pembangunan berkelanjutan,” kata Ipuk. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article