Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Ada Sekolah Internasional
Kepala BGN, Sudaryono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jakarta, IDN Times Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia sebagai bagian dari pemutakhiran data agar tepat sasaran.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang telah memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana bos,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (11/9/2026).

1. Sebanyak 580 ribu didata

Bermasalah, BGN Jatim suspend 9 SPPG di Magetan. IDN Times/Riyanto.

Pemutakhiran sasaran tersebut dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara lebih menyeluruh.

"Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580 ribu satuan pendidikan di Indonesia yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya," ucapnya.

2. Sekitar 240 ribu satuan pendidikan lainnya belum menerima program MBG

Menu MBG untuk yang diduga menyebabkan puluhan siswa MAN 2 Rembang (MAN Lasem) keracunan, Selasa (8/9/2026). (Dok. IDN Times)

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340 ribu satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG. Sementara itu, sekitar 240 ribu satuan pendidikan lainnya masih belum menerima program MBG dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan.

“Lebih dari 340 ribu sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya artinya masih ada sekitar 240 ribu sekolah yang belum menerima program MBG ,” jelasnya.

3. BGN klaim banyak sekolah yang minta MBG

Progran Makan Bergizi Gratis (MBG) di Paron Ngawi kembali berjalan normal. IDN Times/Riyanto.

Dia menambahkan, BGN menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG. Setiap permohonan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi dan pemetaan sebelum layanan diberikan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article