Jakarta, IDN Times - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono merespons ancaman Asosasi Mitra Strategis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengancam akan melakukan aksi mogok massal dengan menyegel dapur MBG di seluruh Indonesia. Mitra strategis program MBG menilai kebijakan BGN yang sepihak dan merugikan.
Mitra diminta menanggung modal infrastruktur tetapi langsung dijatuhi sanksi ditutup sepihak bila ditemukan masalah. Berdasarkan data dari BGN, masih ada 2.213 SPPG yang ditutup sementara.
Trenggono memohon waktu kepada para mitra strategis program MBG untuk melakukan penataan ulang terhadap dapur-dapur MBG.
"Yang jelas kami menjawab penghentian sementara ini tidak berlangsung seterusnya. Jadi, penghentian ini sifatnya sementara. Berikan kami waktu untuk menata kembali," kata Trenggono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (17/7/2026) malam.
Mantan perwira tinggi TNI itu menambahkan, BGN akan menata 27 ribu dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk yang berlokasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Proses penataan itu, menurutnya, membutuhkan waktu. Ia menggarisbawahi BGN tidak menutup pintu komunikasi dengan mitra-mitra MBG.
"Tolong, kepada para mitra, bukannya kami tidak mau komunikasi, tidak. Kami juga memberikan kesempatan, namun kami carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik," tutur dia.
