Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Akui Penyemaian Dry Ice Sempat Membuat Atap Rumah Warga Rusak

4 min read
BMKG Akui Penyemaian Dry Ice Sempat Membuat Atap Rumah Warga Rusak
Bentuk fisik es kering atau dry ice yang dikirim dari Jakarta untuk membantu modifikasi cuaca di wilayah terdampak karhutla. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • BMKG mengakui uji coba penyemaian dry ice di Palembang sempat merusak atap warga; metode kemudian dievaluasi dengan menghaluskan dan menyaring es kering sebelum disemai.
  • Dry ice, CO2 padat yang dikategorikan berbahaya, dipakai untuk memecah lapisan inversi agar asap karhutla terurai dan proses konvektif pembentukan hujan dapat terbentuk.
  • TNI mengerahkan personel untuk pemadaman karhutla di Sumatra Selatan, Kalimantan, dan Kalimantan Selatan, guna meredakan kebakaran serta mendukung pembukaan kembali operasional bandara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Operasional Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Budi Harsoyo mengakui atap rumah warga di Palembang, Sumatra Selatan sempat rusak akibat penyemaian dry ice atau es kering. Menurut keterangan warga di media sosial, atap rumahnya bolong karena tertimpa es kering yang disemai dari atas.

Budi menyebut peristiwa itu bisa terjadi lantaran itu merupakan pengalaman pertama melakukan penyemaian dengan es kering. Teknik penggunaan es kering dinilai merupakan keputusan taktis di saat tidak ada awan ketika musim kemarau.

"Kami juga mendapatkan laporan itu. Karena ini pertama kalinya diuji cobakan dan baru pengalaman pertama bagi kami menggunakan dry ice. Lantaran keterbatasan stok, jadi kami menggunakan dry ice dalam bentuk cacahan, kemudian dipecah secara manual," ungkap Budi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Rabu (21/10/2026).

"Produksi dry ice sangat sulit kecuali (didatangkan) dari Jakarta. Kalau yang (didatangkan) dari Jakarta sudah ada dalam bentuk palet yang untuk menyimpan makanan. Sementara, di daerah, hanya tersedia yang berbentuk balok dan biasanya digunakan untuk keperluan pesta," imbuhnya.

Ia menjelaskan, usai mendapat laporan soal adanya keluhan warga, BMKG dan sejumlah lembaga mengevaluasi metode penyemaian es kering. Fisik es kering dibuat lebih halus kemudian disaring di inner cover. Ia meyakini dengan cara itu tidak kembali berulang es kering menimpa atap rumah warga.

  1. 1. Dry ice diklasifikasikan sebagai produk berbahaya

    Dry Ice
    Personel TNI Angkatan Udara (AU) ketika menurunkan boks berisi dry ice dari pesawat Casa NC-212 untuk modifikasi cuaca. (Dokumentasi TNI AU)

    Poin penting lainnya yang disampaikan oleh Budi yaitu es kering diklasifikasikan sebagai benda berbahaya. Sebab, pada dasarnya es kering merupakan karbon dioksida yang dipadatkan. Sehingga, warga tidak boleh memegangnya tanpa sarung tangan.

    "Dry ice ini sebetulnya bahan yang dikategorikan sebagai dangerous good. Dry ice ini merupakan CO2 yang dipadatkan," kata Budi.

    Meskipun begitu, personel TNI memindahkan es kering dengan penuh kehati-hatian. Selain itu, proses penyemaian es kering dilakukan menggunakan pesawat jenis Casa yang non-pressurized.

    "Kemudian para personel TNI juga mengenakan perlengkapan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) seperti masker hingga sarung tangan, sehingga masalah itu bisa teratasi," tutur dia.

  2. 2. BMKG menggunakan metode penyemaian es kering agar bisa mengurai asap pekat

    Pesawat Casa, OMC, TNI AU
    TNI Angkatan Udara kerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan karhutla di Kalimantan. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

    Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya berharap dengan penggunaan es kering maka bisa memecah lapisan inversi. Dengan begitu, asap pekat yang dihasilkan akibat karhutla bisa sedikit terurai dan naik ke atas.

    "Kemudian butterfly effect-nya adalah radiasi sinar matahari bisa masuk sehingga proses konvektif yang menjadi awal mula proses terjadinya hujan ini bisa terbentuk," ujar Budi.

    Budi mengakui ini baru kali pertama BMKG dan sejumlah lembaga menggunakan metode es kering untuk modifikasi cuaca. Tantangan pun tak terelakan, salah satunya stok dry ice yang hanya tersedia di area Jakarta.

    Di titik-titik lokasi karhutla tidak tersedia stok dry ice. Itu sebabnya pengiriman es kering dilakukan secara reguler dari ibu kota. Seperti hari ini, TNI Angkatan Udara (AU) mengirimkan 13,6 ton stok es kering untuk dibawa ke Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan.

    "Produksi dry ice ini sangat sulit, kecuali dari Jakarta. Kalau dari Jakarta sudah ada dalam bentuk palet untuk menyimpan makanan. Sementara, di daerah-daerah hanya ada (dry ice) berupa balokan dan biasanya digunakan untuk keperluan pesta," tutur dia.

  3. 3. TNI kirimkan 47.008 personel untuk bantu pemadaman karhutla

    Karhutla, TNI AU
    Peronel TNI ketika ikut memadamkan kebakaran di TPA Bandar Jaya, Lampung. (Dokumentasi TNI Angkatan Udara)

    Sementara, Wakil Ketua Pengarah Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca, Marsekal Muda TNI Erson Sinaga mengatakan, hingga saat ini sudah ada 12.700 personel yang terlibat dalam upaya pemadaman di Sumatra Selatan. TNI, kata Erson, akan mengerahkan semua kemampuan untuk memadamkan api. Sebab, pemadaman api di karhutla tergolong operasi militer selain perang.

    "Jadi, kami benar-benar support kegiatan ini, benar-benar mendukung karena ini tugas kami juga di operasi militer selain perang. Tugas kami di sini sebagai perbantuan," ujar Erson.

    Sedangkan, untuk pemadaman karhutla di Kalimantan, TNI menyiapkan 16.387 personel. Kemudian, 17.927 personel dikirimkan untuk membantu pemadaman lahan di Kalimantan Selatan. Jumlah personel yang dikerahkan tergolong besar lantaran itu merupakan instruksi langsung Panglima TNI.

    Puluhan ribu personel yang terlibat itu, kata Erson, terdiri dari tiga matra. Mereka memiliki tugas agar kebakaran mereda supaya bandara-bandara yang ditutup operasionalnya bisa segera beroperasi.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More