Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan Goyang NTT, Terkuat Magnitudo 6,2
Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 19 Agustus 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB)
  • BMKG mencatat 3.002 gempa susulan di NTT hingga 19 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, berkekuatan magnitudo 1,1-6,2; sebanyak 86 gempa dirasakan warga.
  • Sebanyak 25 gempa susulan bermagnitudo 5 atau lebih terjadi setelah gempa utama. BMKG menyebut aktivitas ini merupakan penyesuaian kerak bumi menuju keseimbangan baru.
  • Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 71 orang, termasuk satu korban tambahan di Kabupaten Nagekeo. BMKG memperkirakan aktivitas kegempaan menurun dalam 21-30 hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, hingga Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 WIB sudah ada 3.002 gempa susulan yang menggoyang Nusa Tenggara Timur (NTT). Kekuatan gempanya berkisar magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari angka tersebut, 86 gempa susulan dirasakan oleh warga.

"Dan terdapat 25 kejadian yang memiliki magnitudo 5 atau lebih," kata Deputi Bidang Geofisika, Nelly Florida Riama, ketika memberikan keterangan pers virtual pada Rabu.

Dia mengatakan, alasan banyaknya gempa susulan yang terjadi sejak Sabtu lalu lantaran ini merupakan proses penyesuaian kerak bumi hingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah terjadi gempa utama yang besar.

Aktivitas gempa susulan, kata dia, masih berlangsung dan akan terus diperbarui secara rutin oleh BMKG.

"Tetapi, dalam 21 hingga 30 hari ke depan aktivitas kegempaan akan menurun," ujar dia.

Sementara, hingga Rabu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 71 orang. Artinya, ada penambahan satu korban jiwa dari sebelumnya 70 orang.

"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami, segenap pemerintah maupun dari kementerian, lembaga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya  keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak di NTT, " ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article