Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sudah mulai menyebar hingga wilayah Malaysia. Data tersebut dikutip BNPB dari pantauan citra satelit. Asap terpantau mulai menyeberang ke Negeri Jiran pada 4, 6, hingga 9 Agustus 2026.
Kekhawatiran penyebaran asap hingga ke negara tetangga sudah dibahas dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Situasi itu dipicu adanya peralihan musim yang menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat.
"Berdasarkan pantauan citra satelit, asap terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada 4 Agustus, 6 Agustus, hingga 9 Agustus 2026," ungkap Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, dalam keterangan, Selasa (11/8/2026).
Situasi itu berbeda dengan yang disampaikan Djamari dalam jumpa pers pada Senin, 10 Agustus 2026 di kantor Kemenko Polkam. Ia mengatakan sejauh ini belum ada asap dampak karhutla yang menyebar ke negara tetangga.
"Kami juga berupaya sekeras mungkin agar (karhutla) tidak menganggu pihak lain. Itulah yang kami lakukan baik ke negara tetangga yang mana pun, termasuk yang dekat dengan kita. Tapi sampai hari ini tidak ada (asap menyeberang) itu ya," kata Djamari.
