Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bogor Uji Coba MBG Prasmanan, Diklaim Bisa Tekan Sisa Makanan

3 min read
Bogor Uji Coba MBG Prasmanan, Diklaim Bisa Tekan Sisa Makanan
Siswa mengantri untuk ambil MBG Prasmanan. Istimewa
  • Kota Bogor menguji coba MBG bergaya prasmanan di SDN Cibalagung 5 untuk sekitar 110–150 siswa kelas 5 dan 6 setiap hari.

  • Penyajian langsung dinilai menjaga makanan tetap hangat dan segar, memungkinkan siswa mengambil sesuai kebutuhan, serta menekan sisa makanan dan potensi keracunan.

  • Metode ini juga melatih disiplin, antre, dan empati siswa; meski penyajian lebih lama, BGN menargetkan penerapan di 5.000 lokasi pada akhir 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor kini munculkan cara baru lewat uji coba penyajian makanan secara prasmanan.

Ini merupakan penyajian prasmanan perdana yang dilakukan di SDN Cibalagung 5, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Cara ini diklaim jauh lebih efektif menekan angka sisa makanan sekaligus meminimalisasi risiko keracunan pada siswa dibandingkan sistem kotak wadah atau ompreng.

Melihat di beberapa wilayah Indonesia, MBG juga menimbulkan sisa makanan yang terbuang dan sebagian didaur ulang.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Haidir, menyebutkan sekitar 110 hingga 150 porsi makanan disajikan setiap harinya khusus untuk siswa kelas 5 dan 6 di Sekolah tersebut.

"Tingkat sisa makanannya sangat kecil, hampir semua siswa menghabiskan makanannya. Memang ini menjadi upaya kita dalam rangka mengurangi terjadinya kejadian keracunan makanan, karena memang potensi makanan tidak segar itu hampir tidak ada," jelas Haidir.

  1. 1. Makanan terjamin hangat, tekan potensi mubazir dan basi

    Sajian prasmanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan bagi siswa SDN Cibalagung 5 di Kota Bogor.
    MBG Prasmanan SDN Cibalagung 5 di Kota Bogor. Istimewa

    Haidir menyebut ini berbeda dengan sistem ompreng yang disiapkan dari dapur lalu dibiarkan dalam wadah tertutup hingga jam makan, konsep prasmanan memungkinkan makanan didistribusikan secara langsung.

    "Ini memastikan sajian tetap hangat, segar, dan lebih nikmat saat dikonsumsi," kata dia.

    Dampaknya, anak-anak mengambil sesuai porsi kebutuhan sehingga hampir tidak ada makanan yang terbuang, sekaligus menutup celah kerusakan kualitas makanan.

  2. 2. Siswa ikut melayani teman, jadi ajang edukasi karakter

    ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)
    ilustrasi anak sekolah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

    Hadir juga mengatakan bahwa metode prasmanan menjadi sarana pendidikan karakter yang praktis di lingkungan sekolah. Siswa dilatih untuk disiplin mencuci tangan dan tertib mengantre.

    Menariknya, sejumlah siswa juga dilibatkan aktif untuk membantu menyajikan lauk dan menghitung buah pelengkap (seperti kelengkeng) bagi teman-temannya, memupuk jiwa empati di bawah pengawasan ahli gizi.

  3. 3. Bakal diekspansi ke 5.000 titik

    Haidir dari KPPG Kota Bogor saat wawancara di SDN Cibalagung 5, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
    Wawancara KPPG Kota Bogor, Haidir di SDN Cibalagung 5, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Istimewa

    Haidir menyebut tantangan utama dari konsep prasmanan ini adalah durasi penyajian yang relatif lebih lama, sehingga penyelenggara terus mencari pola agar tidak memotong jam efektif belajar mengajar.

    Meski begitu, MBG prasmanan kedepannya akan di permuluas mencapai 5.000 titik sekolah yang mengimplementasikan MBG di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2026.

    "Beliau (Sudaryono) kemarin ketika acara Rapat Koordinasi Nasional di Jakarta kemarin, mengatakan akan menargetkan sampai akhir 2026 beliau menargetkan ada 5.000 lokasi yang menjadi praktik atau mengimplementasikan praktik MBG prasmanan ini," jelas dia.

    Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba penyajian MBG secara prasmanan di sejumlah sekolah. Sebelumnya Kepala BGN Sudaryono mengatakan uji coba MBG prasmanan berjalan sejak Senin (5/10/2026).

    "Per hari ini, dari tanggal 5 (Oktober) ini kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas," ujar Sudaryono di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026).

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More