Serap 3,9 Juta Ton Beras, BP BUMN Apresiasi Kinerja Bulog

Hingga September 2026, Bulog menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras, atau 99 persen target pemerintah, dari 7,7 juta ton gabah kering panen dan 35,8 ribu ton beras.
Bulog menyalurkan lebih dari 810 ribu ton beras SPHP dan menuntaskan bantuan pangan Februari-Maret 2026 dengan penerimaan 99,7 persen; penyaluran Juli-September mencapai 682 ribu ton.
Pemerintah kembali menugaskan Bulog menyalurkan 997 ribu ton beras untuk bantuan pangan Oktober-Desember 2026, didukung sinergi lintas kementerian, lembaga, TNI, dan Polri.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga September 2026, Bulog telah menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras atau 99 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN M Khoerur Roziqin mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam menjalankan perannya dari hulu hingga hilir, mulai dari menyerap hasil panen petani hingga menyalurkan pangan kepada masyarakat.
"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum Bulog untuk hadir bagi petani," ujar Khoerur dalam keterangannya di Jakarta.
1. Serapan beras Bulog capai 99 persen dari target

Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN M Khoerur Roziqin. (dok. Perum BULOG) Dari sisi pengadaan, Bulog telah menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras dari target 4 juta ton. Serapan tersebut berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras.
Khoerur mengatakan penyerapan hasil panen dalam negeri turut memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah.
“Setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," ujar Khoerur.
Selain menyerap hasil panen, Bulog juga menjalankan penugasan penyaluran pangan melalui program stabilisasi harga dan bantuan pangan pemerintah.
2. Penyaluran pangan terus dilakukan

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas) Hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan lebih dari 810 ribu ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), atau 98 persen dari target 828 ribu ton. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga harga beras tetap terjangkau di tingkat konsumen.
Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026 telah dituntaskan dengan tingkat penerimaan mencapai 99,7 persen. Sebanyak 662 ribu ton beras dan 133 ribu liter minyak goreng telah diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Untuk periode Juli-September 2026, penyaluran Bantuan Pangan telah mencapai 682 ribu ton atau 68,44 persen dari pagu 997 ribu ton.
3. Bulog kembali dapat penugasan hingga akhir tahun

Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (dok. Perum BULOG) Penyaluran pangan juga akan berlanjut hingga penghujung 2026. Bulog kembali mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 dengan rencana penyaluran sebesar 997 ribu ton beras. Penugasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan hingga akhir tahun.
"BP BUMN mendukung penuh penugasan penyaluran Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 kepada Perum Bulog. Dengan cadangan beras hasil serapan dalam negeri yang kuat, kami yakin Perum Bulog mampu menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. BP BUMN akan terus mengawal agar pelaksanaannya berjalan optimal," kata Khoerur.
Menurutnya, kinerja Bulog juga didukung sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Badan Pangan Nasional, BP BUMN, TNI, dan Polri.
"BP BUMN akan terus mendukung Perum Bulog dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, demi mewujudkan swasembada pangan," ucap dia. (WEB)




















