BULOG Salurkan 2,08 Juta Ton Beras untuk Stabilkan Harga

- BULOG telah menyalurkan 2,08 juta ton beras hingga 16 September 2026 melalui SPHP dan Bantuan Pangan untuk menjaga pasokan serta keterjangkauan harga.
- Realisasi SPHP mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen dari target awal, sementara Bantuan Pangan tersalurkan lebih dari 1,2 juta ton kepada penerima manfaat.
- Pemerintah menambah alokasi SPHP 1 juta ton dan melanjutkan Bantuan Pangan Oktober–Desember; total penugasan CBP 2026 diperkirakan mendekati 4,5 juta ton.
Jakarta, IDN Times - Perum BULOG telah menyalurkan sekitar 2,08 juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan hingga 16 September 2026. Penyaluran tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga pasokan dan keterjangkauan harga beras.
Secara keseluruhan, penugasan pemerintah melalui Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada 2026 diperkirakan mencapai hampir 4,5 juta ton. Angka tersebut mencakup penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan yang dilakukan sepanjang tahun.
1. SPHP sudah tersalurkan 799 ribu ton

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Perum BULOG telah menyalurkan sekitar 2,08 juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan hingga 16 September 2026. (dok. Perum BULOG) Target awal penyaluran SPHP pada 2026 ditetapkan sebesar 828 ribu ton. Hingga 16 September, realisasinya mencapai 799.593 ton atau sekitar 96,57 persen dari target awal. Sementara itu, pemerintah menambah alokasi SPHP sebesar 1 juta ton untuk memperkuat pasokan beras di pasar hingga akhir tahun.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. mengatakan BULOG siap menjalankan penugasan tersebut dengan dukungan stok beras yang tersebar di jaringan pergudangan nasional.
“Kami siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat. Hingga 16 September, realisasi SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen, Bantuan Pangan Februari-Maret sekitar 662.867 ton, dan Bantuan Pangan Juli-September sekitar 618.581 ton. Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut,” ujar Rizal.
2. Bantuan Pangan sudah disalurkan lebih dari 1,2 juta ton

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Perum BULOG telah menyalurkan sekitar 2,08 juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan hingga 16 September 2026. (dok. Perum BULOG) Selain SPHP, BULOG menyalurkan Bantuan Pangan Beras secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat. Pada periode Februari–Maret 2026, pagu Bantuan Pangan mencapai 664.888 ton, dengan realisasi sekitar 662.867 ton. Bantuan Pangan kemudian dilanjutkan pada periode Juli–September dengan pagu 997.332 ton. Hingga 16 September, realisasinya mencapai sekitar 618.581 ton.
Penyaluran Bantuan Pangan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan beras rumah tangga penerima manfaat. Sementara SPHP diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan beras di tingkat konsumen melalui berbagai saluran distribusi.
Dengan demikian, CBP yang dikelola BULOG digunakan melalui dua jalur penyaluran sesuai kebutuhan, baik untuk memperkuat pasokan pasar maupun mendukung akses pangan masyarakat.
3. Penugasan berlanjut hingga akhir tahun

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas) Penugasan pemerintah untuk penyaluran beras masih berlanjut hingga akhir 2026. Bantuan Pangan direncanakan kembali disalurkan pada Oktober–Desember dengan estimasi kebutuhan sekitar 997 ribu ton.
BULOG juga akan menjalankan tambahan alokasi SPHP sebesar 1 juta ton. Jika seluruh target dan alokasi tersebut diperhitungkan, total volume penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 diperkirakan mendekati 4,5 juta ton.
Rizal mengatakan kesiapan penyaluran akan terus diperkuat, terutama menghadapi periode akhir tahun, termasuk momentum Natal dan Tahun Baru serta antisipasi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang.
“Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan beras. Karena itu, SPHP mendapat tambahan alokasi 1 juta ton, sementara Bantuan Pangan dilanjutkan untuk Oktober–Desember dengan estimasi kebutuhan sekitar 997 ribu ton. BULOG siap menjalankannya dengan dukungan stok dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah,” lanjutnya.
Dengan stok sekitar 4,6 juta ton dan jaringan pergudangan di berbagai wilayah, BULOG akan melanjutkan penyaluran CBP sesuai penugasan pemerintah. Penyaluran tersebut mencakup SPHP untuk memperkuat pasokan pasar serta Bantuan Pangan bagi keluarga penerima manfaat. (WEB)



















