Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPOM Terbitkan Izin Vaksin Campak untuk Dewasa, Ini Prioritasnya!
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam keterangan persetujuan vaksin campak/ YouTube BPOM
  • BPOM resmi menyetujui penggunaan vaksin campak untuk dewasa, mencakup jenis MR, MMR, dan Measles tunggal guna memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.
  • Indonesia tengah menghadapi KLB campak tahun 2026 dengan 58 kejadian di 14 provinsi, namun kasus menurun drastis hingga 93 persen pada pertengahan Maret.
  • Sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada dewasa; vaksinasi diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan individu dengan kontak pasien imunokompromais.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tahun 2026

Indonesia menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat 58 KLB di 39 kabupaten/kota pada 14 provinsi.

Pertengahan Maret 2026

Tren kasus campak menurun signifikan sebesar 93 persen dari puncak 2.220 kasus menjadi 146 kasus.

9/4/2026

BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa, mencakup vaksin MR, MMR, dan Measles tunggal. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan langkah ini sebagai respons terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat.

kini

Kelompok prioritas vaksinasi campak dewasa meliputi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan individu dengan kontak erat pasien imunokompromais.

Tahun 2026

Indonesia menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak dengan 58 KLB di 39 kabupaten/kota pada 14 provinsi. Sekitar 8 persen kasus terjadi pada kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun, dan tercatat 10 kematian akibat campak.

Pertengahan Maret 2026

Tren kasus campak menurun signifikan sebesar 93 persen dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus.

9 April 2026

BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak untuk anak dan dewasa, mencakup vaksin MR, MMR, dan Measles tunggal. Persetujuan diberikan setelah evaluasi ilmiah oleh Komite Nasional khusus Vaksin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BPOM menerbitkan izin penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa, mencakup vaksin Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), dan vaksin Measles tunggal.
  • Who?
    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar bersama Komite Nasional Vaksin yang melibatkan para ahli dan perwakilan organisasi profesi.
  • Where?
    Kebijakan ini diumumkan di Jakarta dan berlaku secara nasional di Indonesia, termasuk wilayah yang mengalami kejadian luar biasa campak.
  • When?
    Izin diterbitkan pada Kamis, 9 April 2026, saat Indonesia masih menghadapi KLB campak hingga minggu ke-11 tahun 2026.
  • Why?
    Penerbitan izin dilakukan untuk memperluas perlindungan terhadap kelompok dewasa yang juga terdampak campak, terutama karena adanya risiko keparahan akibat komorbid dan paparan tinggi.
  • How?
    Izin diberikan setelah evaluasi ilmiah menyeluruh terhadap keamanan dan khasiat vaksin melalui rapat Komnas Vaksin yang melibatkan berbagai pakar kesehatan dan regulator nasional.
  • What?
    BPOM menerbitkan izin penggunaan vaksin campak untuk kelompok dewasa, mencakup vaksin Measles-Rubella (MR), Measles-Mumps-Rubella (MMR), dan vaksin Measles tunggal.
  • Who?
    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Kepala BPOM Taruna Ikrar, bersama Komite Nasional Vaksin yang terdiri dari para ahli dan perwakilan organisasi profesi.
  • Where?
    Kebijakan diumumkan di Jakarta, dengan cakupan penerapan di berbagai wilayah Indonesia yang tengah menghadapi KLB campak di 14 provinsi.
  • When?
    Izin diterbitkan pada Kamis, 9 April 2026, saat Indonesia masih dalam periode penanganan KLB campak tahun 2026.
  • Why?
    Penerbitan izin dilakukan untuk memperluas perlindungan terhadap kelompok dewasa berisiko tinggi akibat peningkatan kasus campak dan adanya kematian terkait penyakit tersebut.
  • How?
    Izin diberikan setelah evaluasi ilmiah menyeluruh oleh Komnas Vaksin terhadap keamanan dan khasiat vaksin, serta mempertimbangkan kebutuhan mendesak dalam situasi KLB nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sekarang orang besar juga boleh dapat suntik campak. BPOM kasih izin supaya orang dewasa bisa ikut vaksin, bukan cuma anak kecil. Soalnya banyak orang kena campak di banyak kota, tapi sekarang sudah turun banyak. Ada juga orang dewasa yang sakit karena campak, jadi mereka yang sering jalan jauh dan kerja di rumah sakit jadi prioritas buat disuntik dulu.BPOM kasih izin buat vaksin campak untuk orang besar juga, bukan cuma anak kecil. Soalnya banyak orang kena campak di banyak kota. Sekarang sudah menurun tapi masih ada yang sakit dan meninggal. Orang besar yang sering jalan jauh atau kerja di rumah sakit jadi prioritas dapat vaksin supaya gak gampang tertular penyakit itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah cepat BPOM menerbitkan izin vaksin campak bagi dewasa menunjukkan kesiapan lembaga ini dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui keputusan berbasis data ilmiah yang komprehensif. Penurunan signifikan kasus campak hingga 93 persen memperlihatkan efektivitas upaya pengendalian, sementara penetapan prioritas vaksinasi bagi kelompok berisiko tinggi mencerminkan kebijakan yang terarah dan responsif terhadap kebutuhan lapangan.Langkah cepat BPOM menerbitkan izin vaksin campak untuk dewasa menunjukkan komitmen kuat lembaga ini dalam menjaga kesehatan masyarakat. Persetujuan yang didasarkan pada evaluasi ilmiah komprehensif menegaskan bahwa aspek keamanan dan khasiat menjadi prioritas utama. Penurunan signifikan kasus campak hingga 93 persen juga mencerminkan efektivitas koordinasi dan respons kesehatan yang tepat waktu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan persetujuan penggunaan vaksin campak. Selain untuk anak, vaksin tersebut juga untuk kelompok dewasa.

Vaksin yang disetujui ini meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR) dan vaksin Measles tunggal.

"BPOM bergerak cepat dalam merespons dan menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat dengan memastikan ketersediaan dan akses vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam keterangan, Kamis (9/4/2026).

1. Indonesia hadapi KLB campak

ilustrasi penderita campak (freepik.com/freepik)

Dia mengatakan, Indonesia tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB) campak pada tahun 2026. Hingga minggu ke-11 tahun 2026, Kementerian Kesehatan mencatat 58 KLB campak terjadi di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi.

"Minggu berikutnya, tren kasus telah mengalami penurunan signifikan sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret 2026," kata dia.

2. Sebanyak 8 persen dialami dewasa

Konpers persetujuan vaksin campak, Rabu (8/4/2026)/ dok YouTube BPOM

Taruna mengatakan, meski tren penularan campak mengalami penurunan, kewaspadaan tetap diperlukan. Data nasional masih mencatat terjadinya 10 kasus kematian akibat campak.

"Sekitar 8 persen kasusnya terjadi pada kelompok dewasa berusia di atas 18 tahun. Kelompok ini diketahui memiliki risiko keparahan serius, terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan yang tinggi," ujar dia.

3. Kelompok dewasa yang prioritas vaksin campak

Ilustrasi nakes di Wisma Atlet yang tengah beristirahat (ANTARA FOTO/M. Risyal Hidayat)

Dia mengatakan, saat ini kelompok yang menjadi prioritas vaksinasi campak pada dewasa selain tenaga kesehatan, yaitu pelaku perjalanan internasional yang memiliki mobilitas tinggi, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais (memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah) yang rentan terhadap infeksi.

Persetujuan penggunaan vaksin campak pada kelompok dewasa tersebut diberikan setelah melalui proses evaluasi data ilmiah yang komprehensif terhadap aspek khasiat dan keamanan.

"Evaluasi ilmiah ini dilakukan pada Rapat Komite Nasional (KOMNAS) khusus Vaksin yang melibatkan para ahli imunologi, epidemiologi, penyakit infeksi, farmasi, kesehatan masyarakat, serta perwakilan organisasi profesi dan regulator," ucap dia.

Editorial Team