Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BRIN Bakal Uji Coba Singkong untuk Padamkan Karhutla, Pakai Bahan Impor

2 min read
BRIN Bakal Uji Coba Singkong untuk Padamkan Karhutla, Pakai Bahan Impor
Kepala BRIN, Arif Satria hadir berpose dalam sesi potrait Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • BRIN akan menguji singkong sebagai alat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

  • Campuran singkong membutuhkan Ammonium Polyphosphate atau APP yang harus diimpor.

  • Uji coba dilakukan di tanah milik BRIN untuk mengukur kecepatan dan efektivitas pemadaman pada area lebih luas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengatakan lembaganya mau melakukan uji coba singkong sebagai alat untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, bahan campuran singkong untuk memadamkan api harus diimpor terlebih dulu.

“Soal singkong ini, kan ada bahan baku yang memang harus diimpor dan kemudian barang yang sudah ada, insyaallah sekarang kita ke lapangan minggu ini,” ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10/2026).

  1. 1. Pakai bahan tambahan APP

    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
    Kepala BRIN, Arif Satria hadir dalam acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Arif menjelaskan, singkong nantinya dicampurkan dengan bahan tambahan seperti Ammonium Polyphosphate (APP). Bahan tersebut merupakan senyawa kimia untuk menghambat api

    "Jadi ada APP yang memang harus diimpor untuk mencampur singkong itu, supaya tidak menggumpal,” kata dia.

  2. 2. Bakal uji coba lapangan

    Seorang pria berbaju putih berdiri di tengah dua pria lain saat kegiatan rapat kerja pimpinan perguruan tinggi di Kupang, NTT.
    Kepala BRIN Arif Satria (tengah) di Kupang, NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Menurut Arif, BRIN saat ini sedang mempersiapkan uji coba lapangan. Apabila proses uji coba selesai, dibutuhkan produksi yang masif.

    “Memang lagi dihitung ini sekarang ini. Karena memang untuk produksi itu kan butuh, butuh waktu, ya,” ucap dia.

  3. 3. Pengujian dilakukan di tanah milik BRIN

    Head of the National Research and Innovation Agency (BRIN), Arif Satria dalam penghargaan Inspiring Newsmaker 2025 pada acara SAT 2026.
    Head of the National Research and Innovation Agency (BRIN), Arif Satria dalam penghargaan Inspiring Newsmaker 2025 pada acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Lebih lanjut, Arif mengatakan, pengujian dilakukan di tanah milik BRIN. Tujuannya untuk mengetahui seberapa cepat dan efektif pemadamannya.

    “Ya, kita akan coba kan selama ini kan baru dicoba di tanah, di tanah BRIN ya, di tanah yang ada di tanah yang luasnya baru sekecil. Nah, sekarang kita coba untuk luasan yang lebih besar lagi,” ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More