Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BULOG Siap Salurkan Tambahan 150 Ribu Ton Jagung hingga Akhir 2026
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Perum BULOG terus memperkuat pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak. (Perum BULOG)
  • Realisasi pembelian jagung SPHP oleh koperasi mencapai 159,3 ribu ton atau 66,05 persen dari target 241,2 ribu ton pada 2026; tersisa sekitar 81,9 ribu ton.
  • Pemerintah menetapkan tambahan penyaluran 150 ribu ton jagung pakan hingga Desember 2026, terutama untuk mendukung peternak skala menengah dan UMKM menghadapi potensi dampak kemarau.
  • BULOG menyatakan siap menjaga stok dan akses jagung pakan terjangkau melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perum BULOG siap menyalurkan tambahan 150 ribu ton jagung pakan melalui program SPHP hingga Desember 2026, di luar target penyaluran 241,2 ribu ton pada 2026.
  • Who?
    Perum BULOG, Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta peternak skala menengah dan UMKM terlibat dalam pelaksanaan penyaluran jagung pakan.
  • Where?
    Penyaluran dilakukan di tingkat konsumen melalui koperasi untuk menjangkau peternak sasaran; lokasi wilayah distribusi secara rinci hingga saat ini belum ada keterangan resmi.
  • When?
    Tambahan 150 ribu ton dijadwalkan disalurkan hingga Desember 2026. Kebijakan ini diputuskan dalam Rakortas Bidang Pangan pada 7 September 2026.
  • Why?
    Penyaluran ditujukan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak, terutama untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.
  • How?
    BULOG menyiapkan stok dan memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan agar jagung pakan tersedia bagi peternak sesuai ketentuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perum BULOG terus memperkuat pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak.

Hingga 2026, realisasi pembelian jagung oleh koperasi telah mencapai 159.318.150 kilogram atau sekitar 159,3 ribu ton. Angka tersebut setara dengan 66,05 persen dari target penyaluran SPHP Jagung tahun ini sebesar 241.199.500 kilogram atau sekitar 241,2 ribu ton.

Di sisi lain, pemerintah kembali memperkuat program tersebut dengan menetapkan tambahan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026.

1. Realisasi SPHP jagung capai 66 persen

Ilustrasi jagung siap panen. (Dok. Bapanas)

Dari target penyaluran SPHP Jagung sebesar sekitar 241,2 ribu ton pada 2026, realisasi pembelian oleh koperasi telah mencapai 159,3 ribu ton atau 66,05 persen.

Realisasi harian penyaluran tercatat sekitar 259.650 kilogram. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar 81.881.350 kilogram atau 81,9 ribu ton dari target program yang perlu diselesaikan hingga akhir tahun.

Program SPHP Jagung dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.

Capaian tersebut menunjukkan program terus berjalan dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan jagung pakan bagi peternak.

2. Ada tambahan 150 ribu ton hingga Desember

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Perum BULOG terus memperkuat pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan jagung pakan bagi peternak. (Perum BULOG)

Pemerintah juga memperkuat dukungan terhadap sektor peternakan melalui kebijakan tambahan penyaluran SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu kesimpulan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan mengenai Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 pada 7 September 2026.

Rakortas tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan. Tambahan penyaluran diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah dan UMKM, terutama untuk mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan BULOG siap menjalankan kebijakan tersebut dengan memastikan ketersediaan stok serta memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak sasaran.

“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66 persen menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak. Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150 ribu ton hingga Desember 2026, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan,” ujar Ahmad Rizal.

3. BULOG fokus jaga akses jagung bagi peternak

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Pitoko)

Ahmad Rizal mengatakan penguatan SPHP Jagung penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam kegiatan usaha peternakan.

Ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung kestabilan ekosistem pangan dari sektor hulu hingga hilir.

Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, BULOG akan terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait.

Dengan tambahan penyaluran hingga akhir tahun, BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan jagung pakan dan mendukung keberlanjutan usaha peternak sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article