"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260914084458&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," ujar Wijayanto.
Melihat Jenis Gempa Magnitudo 5,0 di Malang, Tak Potensi Tsunami

- Gempa magnitudo 5,0 mengguncang wilayah selatan Malang pada Senin pukul 08.42 WIB, dengan episenter di laut 160 kilometer tenggara Kabupaten Malang dan kedalaman 39 kilometer.
- BMKG menyatakan gempa dangkal ini dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan turun atau normal fault, serta tidak berpotensi tsunami.
- Guncangan dirasakan di Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Puger; hingga pukul 09.00 WIB belum terdeteksi gempa susulan. BMKG mengimbau warga mengikuti informasi resmi.
Jakarta, IDN Times - Gempa bumi terjadi di wilayah selatan Malang, Jawa Timur, pada Senin (14/9/2026), sekitar pukul 08.42 WIB. Direktur gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wijayanto, mengatakan kekuatan gempa setelah dimutakhirkan kini magnitudonya (M) 5,0 yang sebelumnya disampaikan M 5,2.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 39 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,57° LS; 112,78° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 160 km tenggara Kabupaten Malang," ujar Wijayanto dalam keterangannya.
Wijayanto mengatakan, berdasarkan hasil tsunami menunjukkan, gempa bumi tidak berpotensi tsunami. Wijayanto menyampakan, berdasarkan lokasi episentrum dan kedalamannya, gempa tersebut berjenis dangkal. Peristiwa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault," ucap dia.
Gempa tersebur diraskan di wilayah Sumbermanjing Wetan dan Gedangan, Malang, serta Puger, Jember.
"Hingga pukul 09:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," kata dia.
Wijayanto mengatakan, BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa susulan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.



















