Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cak Imin: PKB Dukung Evaluasi Pemilihan Langsung Kepala Daerah
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyatakan, partainya mendukung penuh evaluasi pemilihan langsung kepala daerah. (IDN Times/Amir Faisol)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendukung adanya evaluasi pemilihan langsung kepala daerah yang berbiaya tinggi. Dia mengatakan, demokrasi berbiaya tinggi hanya akan memenangkan orang-orang yang memiliki uang.

Cak Imin mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sangat mencermati mahalnya biaya politik yang terjadi di Pilkada 2024. Karena itu, PKB mendukung terhadap munculnya wacana untuk mengevaluasi pemilihan langsung kepala daerah.

"Ide untuk mengevaluasi pemilihan langsung di level pilkada itu saya kira saya mendukung. PKB juga mendukung. Soal mekanismenya, apakah langsung DPRD? Apakah semua DPRD? Mari kita diskusikan bersama," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/12/2024) malam. 

1. Sistem pemilihannya harus dievaluasi

Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Kamis (28/11/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Lebih jauh, Cak Imin mengatakan, ide untuk mengevaluasi pemilihan langsung kepala daerah ini harus dikaji dan didiskusikan secara komprehensif. 

Namun, dia mengatakan, evaluasi tersebut hanya menyentuh terhadap sistem pelaksanaannya saja, tanpa harus mengebiri hak demokrasi rakyat.

"Ya, tentu kita usahakan sistemnya yang diperbaiki bukan secara hak demokrasinya. Tapi, ide DPRD saya kira ide awal yang harus kita terus diskusikan," kata dia.

2. Usulan Prabowo masih konstitusional

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinzamy Karsayuda saat berbincang dengan tim IDN Times pada Jumat (6/12/2024). (IDN Times/Aldila Muharma & Gilang Pandutanaya)

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menilai, usulan kepala daerah dipilih oleh DPRD yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto masih konstitusional.

Dia menjelaskan, dalam pasal 18 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menyatakan bahwa gubernur/bupati/wali kota masing-masing sebagai kepala daerah dipilih secara demokratis.

Artinya, dia menyatakan, usulan itu konstitusional sepanjang masih ada derajat dan legitimasi demokratis dalam pemilihan kepala daerah.

"Sepanjang kita masih memiliki derajat dan legitimasi demokratis dalam pemilihan kepala daerah sepanjang itu pula usulan itu konstitusional,” kata Rifqi.

Lebih lanjut, Rifqi menyatakan, Komisi II DPR RI menghargai atas usulan yang diampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dia juga mengatakan, usulan ini nantinya akan menjadi bahan bagi Komisi II DPR dalam melakukan revisi UU politik melalui metode omnibus law.

“Bagi Komisi 2 DPR RI hari ini menjadi penting untuk menjadi salah satu bahan untuk kami melakukan revisi omnibus law politik yang di dalamnya ada bab pilkada selain bab pemilu, bab parpol, bab hukum acara sengketa kepemiluan,” kata dia.

3. Prabowo lempar wacana kepala daerah dipilih DPRD

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Apel Kasatwil di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, hari ini (11/12/2024). (dok. Gerindra)

Presiden Prabowo Subianto mengakui perlu ada evaluasi dalam sistem politik Indonesia, termasuk dalam hal pemilihan kepala daerah. Ia pun mengusulkan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Adapun, usulan itu merespons pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang menyoroti pelaksanaan Pilkada 2024 seperti Pilkades. Karena itu, Bahlil menyarankan agar perlu evaluasi yang menyeluruh terkait demokrasi Indonesia di masa yang akan datang.

Gayung bersambut, Prabowo juga mengakui pelaksanaan pilkada di Indonesia membutuhkan biaya yang sangat besar, baik yang dikeluarkan oleh negara ataupun partai politik itu sendiri.

Ia mengajak seluruh pimpinan partai politik yang hadir dalam puncak HUT ke-60 Golkar untuk memikirkan dengan cermat untuk merevisi sistem politik Indonesia.

Kepala Negara membandingkannya dengan beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura hingga India, di mana pelaksanaan pemilu di negara-negara itu sangat efisien.

"Saya lihat negara tetangga kita efisien Malaysia, Singapura, India, sekali milih anggota DPRD, ya sudah DPRD itu lah yang milih gubernur bupati. Efisien tidak keluar duit keluar duit," kata Prabowo

Editorial Team

Related Article