Serangan Kelompok Bersenjata Menewaskan 24 Petani di Nigeria

Jakarta, IDN Times - Sekelompok pria bersenjata menyerang lahan pertanian di Distrik Sauna, Negara Bagian Zamfara, Nigeria, pada Selasa (21/7/2026). Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 24 petani.
Otoritas setempat masih mendata total korban dan kerugian akibat insiden ini. Sementara itu, aparat keamanan terus memburu para pelaku yang melarikan diri usai penyerangan.
1. Penyerangan petani di lahan pertanian

Menurut warga setempat, para pelaku datang menggunakan sepeda motor lalu menyerbu area pertanian sekitar pukul 13.00 waktu setempat saat warga sedang bekerja. Mereka kemudian melepaskan tembakan secara acak ke arah para petani.
Selain korban tewas, sejumlah petani yang mengalami luka tembak telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Para pelaku membunuh setidaknya 24 petani warga sipil. Saat ini kami masih terus menghitung kerugian yang dialami," kata warga setempat, Auwal Sani.
Para korban luka sempat mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Umum Talata Mafara sebelum dirujuk ke rumah sakit di Negara Bagian Sokoto.
2. Perampasan hewan ternak oleh pelaku penyerangan

Warga melaporkan bahwa kelompok bersenjata berada di lokasi kejadian selama beberapa jam. Selain menyerang warga, para pelaku juga membawa kabur sejumlah hewan ternak milik penduduk desa.
"Para pelaku mengambil banyak hewan ternak warga dan melukai beberapa orang yang saat ini sedang dirawat," ujar warga lainnya, Bello Aliyu.
Tokoh masyarakat menyayangkan para pelaku dapat kabur dari lokasi tanpa hambatan. Hingga kini, pihak kepolisian maupun militer Nigeria belum memberikan keterangan resmi mengenai operasi pengejaran terhadap kelompok tersebut.
3. Kondisi keamanan berkelanjutan di Zamfara

Negara Bagian Zamfara menjadi salah satu wilayah di Nigeria yang paling sering diserang kelompok kriminal bersenjata. Kasus penyerangan, penculikan, dan penjarahan kerap melanda desa-desa di daerah tersebut.
Pemerintah Nigeria di bawah Presiden Bola Tinubu sebenarnya telah meningkatkan operasi militer di wilayah barat laut. Namun, insiden terbaru ini menunjukkan bahwa ancaman keamanan masih menjadi tantangan besar.
"Kelompok bersenjata dalam jumlah besar menyerbu pemukiman kami dan menyerang siapa saja yang mereka temui," kata perwakilan Distrik Sauna, Nasiru Lauwali, dikutip dari Al Jazeera.
Serangan ini kembali memicu desakan agar pemerintah memperkuat penjagaan aparat di daerah pedesaan. Langkah ini dinilai penting untuk melindungi nyawa warga serta menjaga kegiatan pertanian sebagai sumber penghidupan utama.





















