Jakarta, IDN Times - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Catatan tersebut mencakup menguatnya peran militer di ruang sipil, proses legislasi, penggunaan anggaran untuk program unggulan, hingga kondisi demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).
YLBHI menilai sejumlah kebijakan pemerintah masih menyisakan persoalan, mulai dari minimnya partisipasi masyarakat dalam pembentukan kebijakan, hingga lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers YLBHI untuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dilaksanakan di Jakarta, Senin (19/10/2026). Berikut empat catatan YLBHI terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
