CEK FAKTA: Erupsi Anak Krakatau Bisa Picu Tsunami 60 Meter?

- Badan Geologi menyatakan klaim TikTok bahwa erupsi Anak Krakatau dapat memicu tsunami setinggi 60 meter adalah hoaks dan tidak berbasis data ilmiah.
- Erupsi Anak Krakatau memang terjadi pada 5 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB, berdurasi sekitar satu menit, dengan amplitudo maksimum 33 mm.
- Status Anak Krakatau berada pada Level II atau Waspada; masyarakat diminta tidak mendekati radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Jakarta, IDN Times - Beredar narasi di TikTok yang diunggah akun XinShi, yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menyebabkan tsunami setinggi 60 meter.
Sebagaimana diketahui, Gunung Krakatau memang pernah mengalami letusan dahsyat pada 1883, dengan kekuatan VEI 6, setara 200 megaton TNT atau ribuan kali lebih kuat dari bom atom Hiroshima.
Akibat letusan ini, mengakibatkan tsunami setinggi hingga 41 meter dan menghancurkan lebih dari 165 desa/kota di pesisir Banten dan Lampung, serta merenggut sedikitnya 36.417 jiwa.
Lantas benarkah Anak Gunung Krakatau bakal memicu tsunami setinggi 60? Berikut cek faktanya.
1. Aktivitas terkini Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau tertutup kabut tebal karena cuaca mendung, Sabtu (27/8/2022) sore. (IDN Times/Rohmah Mustaurida) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui akun Instagram-nya menegaskan, narasi tersebut tidak benar alias hoaks.
"Menyikapi informasi yang beredar di media sosial TikTok mengenai potensi tsunami setinggi 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mengonfirmasi bahwa narasi tersebut adalah tidak benar (hoax)," tulis Badan Geologi, Jumat (9/10/2026).
Badan Geologi menjelaskan, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang masih terjadi erupsi pada 5 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB. Durasi erupsi juga tidak lebih dari dua menit.
"Memang benar telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada 05 Oktober 2026 pukul 20.28 WIB dengan amplitudo maksimum 33 mm, dan durasi ± 1 menit 1 detik (tinggi kolom erupsi tidak teramati)," ucap Badan Geologi.
2. Status Gunung Anak Krakatau kini Level II

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Desember 2023 (Dok. IDN Times/istimewa) Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada di level II atau Waspada. Badan Geologi kembali membantah narasi erupsi Gunung Krakatau bisa memicu tsunami hingga 60 meter.
"Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada), bukan dalam kondisi seperti yang dinarasikan dalam isu tsunami 60 meter tersebut," ucap dia.
3. Hindari radius 2 km dari kawah

Penampakan Gunung Anak Krakatau, Jumat (15/12/2023). (IDN Times/Istimewa). Badan Geologi kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga radius aman 2 kilometer (km) dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
"Badan Geologi mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai ramalan atau informasi yang tidak berbasis pada data ilmiah," kata dia.
Dengan demikian dapat disimpulkan, narasi yang beredar di TikTok terkait potensi tsunami hingga 60 meter akibat erupsi Anak Gunung Krakatau hoaks alias informasi palsu.























