Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Malaysia Laporkan Indonesia ke PBB Akibat Karhutla
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah (dok. Kementerian Kehutanan)
  • Narasi Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB terkait karhutla dinyatakan sebagai konten palsu berdasarkan penelusuran tim cek fakta.

  • Malaysia dan Indonesia berkoordinasi menangani kabut asap melalui operasi modifikasi cuaca di wilayah perbatasan.

  • Malaysia juga berkomunikasi dengan Singapura dan memanfaatkan mekanisme ASEAN yang memerlukan konsensus seluruh negara anggota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (15/9/2026)

Farzamie Sarkawi mengatakan Malaysia dan Indonesia berkoordinasi menangani dampak kabut asap. Indonesia telah menyetujui operasi penyemaian awan di kawasan perbatasan.

Jumat (25/9/2026)

Keterangan dalam unggahan yang mengeklaim Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB dikutip IDN Times.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Narasi Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB terkait asap lintas batas akibat karhutla dinyatakan sebagai konten palsu.
  • Who?
    Pemerintah Malaysia, pemerintah Indonesia, Singapura, ASEAN, dan Farzamie Sarkawi terlibat dalam informasi serta koordinasi penanganan karhutla.
  • Where?
    Karhutla terjadi di Kalimantan dan Sumatra, sedangkan operasi penyemaian awan dilakukan di wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia.
  • When?
    Pernyataan Farzamie disampaikan pada Selasa (15/9/2026), sedangkan keterangan dalam unggahan dikutip pada Jumat (25/9/2026).
  • Why?
    Koordinasi dilakukan untuk menangani dampak kabut asap yang meluas hingga wilayah Malaysia.
  • How?
    Indonesia dan Malaysia melakukan operasi modifikasi cuaca berupa penyemaian awan serta membahas penanganan melalui mekanisme ASEAN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Narasi tentang Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB ternyata tidak benar. Malaysia dan Indonesia sedang bekerja sama karena asap dari karhutla sampai ke Malaysia. Mereka menyetujui penyemaian awan di perbatasan untuk membantu mengatasi kebakaran. Malaysia juga berbicara dengan Singapura lewat ASEAN. Operasi penyemaian awan sudah mulai dilakukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Koordinasi Malaysia dan Indonesia menunjukkan adanya upaya bersama untuk menangani dampak kabut asap lintas batas. Persetujuan Indonesia terhadap operasi penyemaian awan, komunikasi dengan Singapura, serta pemanfaatan mekanisme ASEAN menjadi bagian dari penanganan yang melibatkan kerja sama antarnegara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah narasi di media sosial (medsos) X menyebutkan, Malaysia membawa permasalahan asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam sebuah unggahan oleh pengguna akun X @gumpanggi menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB. Dalam postingan tersebut juga disertai gambar hasil gambar buatan akal imitasi (AI).

"Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB karena tidak becus menangani Karhutla yang menyebabkan kerugian besar ke negara tetangga," demikian keterangan dalam foto tersebut sebagaimana dikutip IDN Times, Jumat (25/9/2026).

Tangkapan layar soal narasi yang sebut Malaysia laporkan Indonesia ke PBB. (Medsos/@gumpanggi)

1. Karhutla disebut berdampak langsung ke Malaysia

Pemadaman lahan karhutla. (IDN Times/istimewa).

Dalam gambar yang berbentuk infografis tersebut diperlihatkan tentang kondisi kedua negara. Kepulan asap membumbung tinggi dari Indonesia menuju Malaysia. Sementara kondisi di Indonesia sangat memperihatinkan karena kobaran api masih melahap lahan gambut.

Malaysia disebut mengalami kerugian ekonomi, kesehatan dan kegiatan pendidikan terganggu. Sementara di Indonesia ekosistem, kehidupan, masa depan hancur.

"Cegah karhutla, jaga lingkungan," ujar dia.

Lantas benarkah, otoritas Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB? Berikut penjelasannya!

2. Malaysia akan bantu penanggulangan karhutla di Indonesia

Proses pemadaman karhutla di Bromo pada Minggu (13/9/2026). Dok. BPBD Jatim.

Malaysia belum menempuh langkah tersebut. Pemerintah Malaysia dan Indonesia justru akan melakukan operasi modifikasi cuaca berupa penyemaian awan di wilayah perbatasan kedua negara sebagai bagian dari upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Farzamie Sarkawi, mengatakan langkah tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk menangani dampak kabut asap yang meluas hingga wilayah Malaysia.

“Menteri lingkungan kami telah mengutus surat kepada menteri lingkungan RI dan telah berhubungan secara verbal dan sebagainya,” kata Farzamie saat ditemui di perayaan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Menurut Farzamie, Indonesia telah memberikan persetujuan sehingga operasi penyemaian awan dapat dilakukan di kawasan perbatasan. Operasi tersebut, kata dia, sudah mulai dilaksanakan.
“Kami tentu berharap situasinya dapat segera pulih. Kami juga bersedia membantu kapan pun jika diminta,” kata dia.

Selain berkoordinasi langsung dengan Indonesia, Malaysia juga terus berkomunikasi dengan Singapura terkait penanganan karhutla dan kabut asap. Menurut Farzamie, kedua negara memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk membahas persoalan tersebut.

Namun, dia mengingatkan, langkah bersama melalui ASEAN memiliki mekanisme tersendiri. Kerja sama regional hanya dapat dilakukan apabila seluruh negara anggota mencapai konsensus.

“Langkah bersama ASEAN hanya dapat dilakukan apabila tercapai konsensus antara seluruh negara anggotanya,” kata Farzamie.

3. Malaysia laporkan Indonesia ke PBB hoaks

Gubernur Kalbar, Ria Norsan padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).

Karena itu, berdasarkan penelusuran tim cek fakta IDN Times, belum ada resmi apapun yang diambil otoritas Malaysia untuk Indonesia ke PBB terkait permasalahan asap lintas batas akibat karhutla Kalimantan dan Sumatra.

Narasi tersebut termasuk kategori konten palsu (fabricated content) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan konten-konten hoaks.

Curated For You

Editorial Team

Related Article