Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Dua Ibu Hamil Bertahan Ikut Pembekalan Bela Negara Kopdes
Dua siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap ikut latihan bela negara di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI AD Kramat Jati. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Dua peserta SPPI, Wahyuni Fitri dan Berlianti Hasibuan, tetap mengikuti pembekalan bela negara meski sedang hamil delapan minggu di Pusdikkes Puskesad, Jakarta Timur.
  • Dari total 229 peserta perempuan di pelatihan tersebut, hanya dua yang hamil dan mendapat perlakuan khusus tanpa kegiatan fisik berat selama program berlangsung.
  • Komandan satuan pendidikan menegaskan kurikulum telah disesuaikan dengan arahan Kemhan, menghapus latihan militer taktis dan fokus pada disiplin serta kekompakan peserta.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
30 Juni 2026

Wahyuni Fitri dan Berlianti Hasibuan, dua peserta SPPI yang sedang hamil delapan minggu, tetap mengikuti pembekalan bela negara di Pusdikkes Puskesad Kramat Jati. Mereka mendapat perlakuan khusus tanpa kegiatan lapangan selama satu bulan.

kini

Kementerian Pertahanan telah memulangkan 32 peserta perempuan hamil setelah lima peserta meninggal saat latihan dasar militer. Di Pusdikkes Puskesad, kurikulum kini disesuaikan tanpa latihan taktis, dengan kegiatan harian dimulai pukul 04.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tetap mengikuti pembekalan bela negara dan manajerial calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meski sedang hamil delapan minggu.
  • Who?
    Wahyuni Fitri dan Berlianti Hasibuan, peserta SPPI, bersama 229 peserta perempuan lain di bawah pengawasan Komandan Satuan Pendidikan Letkol Ckm Said Jauhari dari Pusdikkes Puskes TNI AD.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Puskes TNI Angkatan Darat, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
  • When?
    Kegiatan berlangsung selama satu bulan pelatihan dengan laporan lapangan pada Selasa, 30 Juni 2026.
  • Why?
    Kedua peserta memilih bertahan karena telah lulus seleksi untuk menjadi calon pengelola koperasi dan ingin menyelesaikan tahap latihan dasar militer yang menjadi bagian dari program SPPI.
  • How?
    Mereka mengikuti rutinitas harian mulai pukul 04.30 hingga 21.00 WIB dengan penyesuaian kegiatan fisik; diberi tanda khusus di lengan kanan serta pemantauan kesehatan oleh pembina setiap hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dua ibu hamil namanya Wahyuni dan Berlianti. Mereka ikut latihan bela negara di tempat tentara di Jakarta. Mereka tetap ikut walau perutnya sudah ada bayi kecil delapan minggu. Mereka bangun pagi sekali, belajar, senam, dan apel seperti teman-teman lain. Tapi mereka tidak ikut latihan berat. Sekarang mereka masih belajar di sana dengan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kisah Wahyuni Fitri dan Berlianti Hasibuan menunjukkan semangat luar biasa dalam menempuh pembekalan bela negara meski sedang hamil, sekaligus menggambarkan perhatian lembaga pendidikan terhadap keselamatan peserta. Dengan penyesuaian kurikulum dan pengawasan ketat dari para pembina, kegiatan berlangsung tertib, aman, serta tetap memberi ruang bagi semua peserta untuk belajar dan berkembang bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wahyuni Fitri (30) dan Berlianti Hasibuan (30) merupakan dua peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap bertahan dan melanjutkan program pembekalan bela negara dan manajerial untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meski dalam keadaan hamil. Keduanya mengaku tengah hamil selama delapan minggu.

Sementara, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memulangkan 32 peserta perempuan yang ikut latihan dasar militer dalam keadaan hamil. Keputusan itu diambil usai lima peserta meninggal dunia ketika mengikuti latihan dasar (latsar) militer.

Wahyuni sendiri memilih tetap bertahan karena sudah melewati serangkaian tes untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebagai calon pengelola koperasi. Keduanya menjalani penggemblengan di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI di area Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kami kan sudah menjalani tes beberapa tahap. Kemarin itu kan kami sudah dinyatakan lulus. Kalau sudah dinyatakan lulus kan tinggal mengikuti latsarmil, makanya kami tetap mengikuti latsarmil ini," kata Wahyuni di Pusdikkes Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (30/6/2026).

Perempuan asal Riau itu mengaku sudah tahu kondisi kehamilannya sebelum masuk latsarmil. Lantaran hal tersebut, komandan satuan di Pusdikkes Puskesad memberikan perlakuan khusus dalam aktivitasnya selama satu bulan berada di sana.

"Kami tidak diikutkan kegiatan di lapangan. Namun, kami tetap belajar seperti rekan-rekan biasa," kata dia.

Pusdikkes Puskesad juga memasangkan tanda khusus di lengan sebelah kanan berwarna biru dongker yang menunjukkan Wahyuni dan Berlianti dalam kondisi hamil.

1. Meski hamil tetap ikut kegiatan dari subuh hingga pukul 21.00 WIB

Dua siswi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap ikut latihan bela negara di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI AD Kramat Jati. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika IDN Times tanyakan apa saja rutinitasnya selama berada di pusat pendidikan, Wahyuni mengatakan, tidak ada pembedaan dengan peserta lain yang tidak hamil. Kegiatan setiap harinya dimulai pukul 04.30 WIB. Lalu, dilanjutkan senam pagi.

"Ketika senam pagi kan ada kegiatan fisik, tapi kami tetap hadir di lapangan, sama-sama mengikuti kegiatan. Lalu, dilanjutkan dengan salat subuh dan mandi," kata dia.

Kegiatan dilanjutkan dengan sarapan, pembersihan, apel pagi. Lalu, kegiatan di kelas.

"Kegiatan terakhir ditandai dengan apel malam setelah salat Isya. Pada jam 21.00 sudah istirahat," kata dia.

2. Ada 229 peserta SPPI di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes AD dan semua perempuan

Kartu hamil yang dipegang oleh dua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ikut pendidikan di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI AD. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika ditanyakan apakah ada keluhan yang dirasakan selama di satuan pendidikan lantaran dalam kondisi hamil, Wahyuni mengaku tak merasakannya. Dia menilai, salah satu penyebabnya lantaran diterima dengan baik selama mengikuti pendidikan.

"Kami kan tiap hari tidak dibiarkan sendiri. Bukan hanya satu atau dua pembina tetapi seluruh pembina selalu memastikan keadaan kami apakah dalam kondisi baik. Jadi, tidak ada keluhan," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari komandan satuan pendidikan, ada 229 peserta yang digembleng di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskes TNI AD. Semua peserta di sana merupakan perempuan. Hanya dua dari 229 peserta yang dicatat dalam kondisi hamil.

Selain itu, terdapat 12 peserta dengan keadaan khusus yakni memiliki riwayat penyakit dan tiga peserta sedang dirawat di rumah sakit.

3. Komandan satuan pendidikan sebut kurikulum sudah disesuaikan dengan permintaan Kemhan

Komandan Satdik Pusdikkes Puskesad, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari (kedua dari kiri) ketika memberikan keterangan. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Komandan Satuan Pendidikan Pusdikkes Pusat Kesehatan TNI AD, Letnan Kolonel Ckm Said Jauhari, mengatakan, di tempatnya bertugas sudah ada penyesuaian materi yang diberikan kepada ratusan peserta. Salah satu bentuk penyesuaian yaitu tidak ada lagi latihan militer taktis.

"Jadi, kegiatan di lapangan hanya kegiatan yang bersifat membina disiplin seperti PBB atau baris berbaris dan penghormatan militer. Itu untuk melatih kekompakan dan kedisiplinan mereka," kata Said.

Kegiatan di lapangan pun terlihat dibatasi pada siang hari. IDN Times yang berada di lokasi, melihat kegiatan baris berbaris dilakukan di dalam kelas. Mereka diajarkan untuk bisa berbaris dan mengikuti instruksi dari pelatih.

Senada dengan cerita dua peserta yang hamil, rutinitas peserta setiap hari dimulai dari pukul 04.30 WIB dan berakhir pukul 20.00 WIB.

"Kami cek kembali ke barak pada pukul 22.00 WIB untuk memastikan mereka sudah istirahat total dan tak ada aktivitas lagi," kata dia.

Editorial Team

Related Article