Jakarta, IDN Times - Wahyuni Fitri (30) dan Berlianti Hasibuan (30) merupakan dua peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tetap bertahan dan melanjutkan program pembekalan bela negara dan manajerial untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meski dalam keadaan hamil. Keduanya mengaku tengah hamil selama delapan minggu.
Sementara, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memulangkan 32 peserta perempuan yang ikut latihan dasar militer dalam keadaan hamil. Keputusan itu diambil usai lima peserta meninggal dunia ketika mengikuti latihan dasar (latsar) militer.
Wahyuni sendiri memilih tetap bertahan karena sudah melewati serangkaian tes untuk bisa mendapatkan pekerjaan sebagai calon pengelola koperasi. Keduanya menjalani penggemblengan di Pusat Pendidikan Pusat Kesehatan TNI di area Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Kami kan sudah menjalani tes beberapa tahap. Kemarin itu kan kami sudah dinyatakan lulus. Kalau sudah dinyatakan lulus kan tinggal mengikuti latsarmil, makanya kami tetap mengikuti latsarmil ini," kata Wahyuni di Pusdikkes Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (30/6/2026).
Perempuan asal Riau itu mengaku sudah tahu kondisi kehamilannya sebelum masuk latsarmil. Lantaran hal tersebut, komandan satuan di Pusdikkes Puskesad memberikan perlakuan khusus dalam aktivitasnya selama satu bulan berada di sana.
"Kami tidak diikutkan kegiatan di lapangan. Namun, kami tetap belajar seperti rekan-rekan biasa," kata dia.
Pusdikkes Puskesad juga memasangkan tanda khusus di lengan sebelah kanan berwarna biru dongker yang menunjukkan Wahyuni dan Berlianti dalam kondisi hamil.
