Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Flores

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pasca Gempa Flores
Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pukul 07.30 WIB setelah gempa Magnitudo 7,7 di laut timur laut Nagekeo, Flores, tidak lagi memicu kenaikan muka air laut berbahaya.
  • Gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust terjadi pukul 04.58 WIB; sebelumnya BMKG menetapkan status Siaga dan Waspada di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tenggara.
  • Gelombang tsunami terpantau hingga 0,94 meter di Maurole-Ende, sementara 52 gempa susulan tercatat sampai pukul 08.00 WIB; warga diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan waspada susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tektonik Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026), resmi berakhir.  Keputusan ini diambil setelah hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.

"Dengan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan, maka peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2026).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG menyatakan gempa merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Awalnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan status Siaga untuk wilayah Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto. Sementara status Waspada diberlakukan untuk Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo.

BMKG juga mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah titik pengamatan. Gelombang tsunami terpantau antara lain di Sikka setinggi 0,20 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Maurole-Ende 0,94 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, dan Kolaka 0,23 meter.

Dalam penanganan peringatan dini, BMKG menerbitkan peringatan pertama hanya dua menit 16 detik setelah gempa terjadi. Selanjutnya dilakukan beberapa kali pembaruan parameter dan hasil observasi hingga akhirnya Peringatan Dini 4 atau pengakhiran resmi diterbitkan pada pukul 07.30 WIB, sekitar 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa.

Hingga pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 52 gempa susulan dengan magnitudo berkisar M3,6 hingga M6,2, dengan satu gempa susulan dilaporkan masih dirasakan masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, serta tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan. BMKG juga menegaskan masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BMKG.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More