Kapal Tenggelam di Danau Kariba Zimbabwe, 44 Orang Tewas

- Kapal penumpang RIDA Kariba terbalik di Danau Kariba, perbatasan Zimbabwe-Zambia, akibat cuaca buruk dan kelebihan muatan; sedikitnya 44 orang tewas.
- Sebanyak 77 penumpang diselamatkan ke pulau terdekat, sementara tim SAR gabungan terus mencari korban hilang setelah Zimbabwe menetapkan status bencana nasional.
- Penyelidikan awal menemukan kapal berkapasitas 90 orang membawa lebih dari 119 penumpang serta barang berat; nakhoda tetap berlayar meski diperingatkan soal gelombang tinggi.
Jakarta, IDN Times - Kapal penumpang terbalik di Danau Kariba, perbatasan Zimbabwe dan Zambia, pada Selasa (11/8/2026). Musibah yang dipicu cuaca buruk dan kelebihan muatan ini menewaskan sedikitnya 44 orang.
Pemerintah Zimbabwe telah menetapkan status bencana nasional atas insiden tersebut. Tim penyelamat gabungan terus mengerahkan operasi darurat untuk mencari korban hilang dan menangani para penyintas.
1. Tim SAR evakuasi puluhan korban tewas dan penyintas
Penyisiran di perairan Danau Kariba terus dilakukan untuk menemukan korban kecelakaan kapal RIDA Kariba. Kepolisian setempat mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia bertambah seiring penemuan jenazah di lokasi kejadian.
"Kami menginformasikan bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal RIDA Kariba kini mencapai 44 orang," kata Kepolisian Republik Zimbabwe, dikutip dari Daily Sabah.
Sebanyak 77 penumpang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke pulau terdekat. Tim medis bersama warga sekitar bahu-membahu memberikan bantuan darurat kepada para penyintas yang mengalami trauma.
2. Kapal berlayar melebihi kapasitas resmi
Penyelidikan awal menunjukkan kapal milik Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan ini mengalami kelebihan muatan. Kapal yang dirancang untuk 90 penumpang tersebut membawa lebih dari 119 orang, belum termasuk anak-anak yang tidak tercatat di manifes.
Kapal ini merupakan sarana transportasi vital warga menuju pusat perdagangan di Kota Kariba. Selain mengangkut manusia, kapal juga dimuati barang dagangan dan hasil bumi yang berat.
"Sebagian dari kami selamat dengan cara berdiri di atas lambung kapal yang terbalik," kata petugas tiket Anyway Chambati, dilansir Associated Press.
3. Nakhoda abaikan peringatan penumpang soal cuaca buruk
Sejumlah penyintas mengungkapkan bahwa penumpang sempat memperingatkan nakhoda terkait bahaya gelombang tinggi sejak masih di dermaga. Namun, nakhoda menolak memutar balik dan tetap melanjutkan perjalanan.
Di tengah danau, gelombang tinggi akhirnya membanjiri ruang mesin hingga kapal kehilangan daya. Kepanikan melanda para penumpang sebelum kapal terbalik sepenuhnya.
"Kami memohon untuk kembali karena gelombang makin buruk dan air masuk, tetapi nakhoda menolak," ujar seorang penyintas perempuan.

















