Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Dudung Ikut Padamkan Api Karhutla dengan Teknologi Brasil

4 min read
Cerita Dudung Ikut Padamkan Api Karhutla dengan Teknologi Brasil
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman ketika ikut turun ke lapangan memadamkan karhutla di Sumatra Selatan. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
  • Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau karhutla di Sematang Borang, Palembang, dan menyebut penanganannya sangat berat setelah berlangsung sekitar dua bulan.
  • Operasi pemadaman sempat terkendala stok BBM; Dudung berkoordinasi dengan Pertamina untuk distribusi pasokan, sambil menyiapkan embung, penyekatan kanal, dan sumur bor.
  • Dudung mencoba teknologi pemadaman Brasil Realiza berbasis organomineral di Sumsel, yang dipilih karena memiliki 100 ribu hektare perkebunan tebu sebagai potensi bahan baku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dengan mengenakan kacamata goggle, topi dan pakaian pemadam kebakaran, serta masker khusus, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman turun ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sumatra Selatan. Mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu mengakui situasi karhutla sudah berat di Sumsel. Sehingga membutuhkan penanganan yang cepat.

Dudung meninjau ke lokasi karhutla didampingi sejumlah pejabat seperti Gubernur Sumatra Selatan, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda, personel TNI dan jajaran kementerian terkait. Namun, ia hanya berada di lokasi karhutla selama beberapa menit.

"Tadi saya sudah ke lapangan (pada Kamis, 15 Oktober 2026) walaupun hanya beberapa menit bersama Kapolda, Gubernur, Pangdam serta jajaran dari TNI, kementerian terkait dan petugas di lapangan. Rupanya penanganan ini sangat berat sekali, apalagi sudah dua bulan ini berjalan," ungkap Dudung di dalam keterangan pada Jumat (16/10/2026).

Purnawirawan jenderal itu juga mengajak masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan moral kepada seluruh personel yang terus berjibaku memadamkan api. Dudung pun meminta kepada publik agar tidak mudah memercayai narasi yang beredar di media sosial bahwa pemerintah kurang memperhatikan terhadap penanganan karhutla.

"Terus terang (medannya) sangat berat. Ini tentunya memerlukan doa dan restu dari seluruh rakyat Indonesia. Kami harapkan ke depan, ini akan semakin mudah diatasi melalui berbagai teknologi yang sudah diupayakan. Baik dari pemerintah daerah maupun lintas intansi," tutur dia.

  1. 1. Pemadaman karhutla sempat terkendala karena keterbatasan stok BBM

    Dudung Abdurachman, Menko Polkam
    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman ketika ikut turun ke lapangan memadamkan karhutla di Sumatra Selatan. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

    Lebih lanjut, kata Dudung, ia sempat mendapat laporan dari Kapolda dan Pangdam mengenai tantangan yang dihadapai dalam upaya pemadaman karhutla di Sumsel. Salah satunya keterbatasan stok BBM sehingga mereka kesulitan beraktivitas untuk memadamkan api. Dudung kemudian langsung berkoordinasi dengan Direktur Utama Pertamina dan pejabat terkait agar kendala tersebut bisa diselesaikan dengan cepat.

    "Koordinasi ini mendapat respons positif. Pasokan BBM dipastikan segera didistribusikan untuk mendukung kelancaran operasi di wilayah terdampak," katanya.

    Selain mengoptimalkan operasi pemadaman, pemerintah daerah bersama TNI, kepolisidan dan instansi terkait juga menyiapkan langkah pencegahan serta mitigasi jangka panjang. Upaya tersebut, kata Dudung, mencakup rencana pembangunan ribuan embung, penyekatan kanal (canal blocking) serta pembuatan sumur bor di kawasan rawan kebakaran.

    "Penguatan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan apabila kebakaran kembali terjadi," imbuhnya.

  2. 2. Dudung ikut menjajal uji coba pemadaman dengan teknologi Brasil

    Dudung Abdurachman, Menko Polkam
    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman ketika ikut turun ke lapangan memadamkan karhutla di Sumatra Selatan. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

    Di dalam operasi pemadaman api di Sumsel itu, Dudung turut menjajal uji coba teknologi Brasil bernama Realiza. Teknologi itu merupakan inovasi cairan dan serbuk pemadaman kebakaran berbasis organomineral yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Brasil, RealizaTech.

    Realiza dibuat dengan menggunakan formula yang ramah lingkungan sehingga dapat terurai secara alami di alam tanpa meracuni atau mematikan organisme serta serangga di dalam tanah.

    "Teknologi tersebut diuji langsung di lokasi kebakaran untuk melihat efektivitasnya dalam mendukung operasi pemadaman. Perwakilan pakar penanggulangan karhutla asal Brasil turut mengapresiasi sambutan dan kerja keras Pemerintah Indonesia serta seluruh unsur yang terlibat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan," kata Dudung.

    Sumsel dipilih menjadi lokasi uji coba penggunaan teknologi Realiza lantaran provinsi itu dinilai memiliki potensi sebagai penyedia bahan baku. Sumsel diketahui memiliki area seluas 100 ribu hektare perkebunan tebu.

    "Tebu merupakan bahan baku untuk teknologi Realiza itu," imbuhnya.

  3. 3. Dudung berharap teknologi Realiza Brasil bisa diterapkan

    Dudung Abdurachman, Menko Polkam
    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman ketika ikut turun ke lapangan memadamkan karhutla di Sumatra Selatan. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

    Di bagian akhir, Dudung mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dan seluruh jajaran yang terus berinovasi untuk memadamkan api yang melalap lahan serta hutan. Selain itu, terbuka juga peluang untuk bekerja sama untuk memadamkan karhutla dengan teknologi tersebut.

    Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu berharap uji coba penggunaan teknologi Realiza bisa menjadi langkah awal pengembangan teknologi pemadaman yang lebih efektif dan berkelanjutan.

    "Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat mempraktikan langsung pengalaman-pengalaman penanganan kebakaran. Ke depan, jika dibangun pabrik di Indonesia maka potensi kebakaran di masa mendatang dapat diantisipasi dan dimitigasi sejak jauh-jauh hari," ujar Dudung.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More