Jakarta, IDN Times - Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes mengusulkan agar ambang batas parlemen atau parliamentary threshold diturunkan secara bertahap mulai Pemilu 2029. Menurut dia, ambang batas parlemen diturunkan dulu menjadi 3,5 persen pada 2029, kemudian pada Pemilu 2034 diturunkan lagi jadi 3 persen.
Arya menganggap wacana ambang batas parlemen sebesar lima persen tidak sesuai dengan amanah konstitusi. Sebab akan banyak suara pemilih yang tidak bisa terkonversi menjadi kursi di DPR. Ia menyebut angkanya bisa mencapai hingga 20 juta suara yang terbuang begitu saja.
"Jumlah suara yang tidak terkonversi, kalau misalnya kemarin beredar wacana akan ditingkatkan ambang batas 5 persen, itu akan menciptakan sekitar 20 juta suara yang tidak terkonversi. Jadi menurut saya kita bisa turunkan secara bertahap, 3,5 persen di 2029, lalu kita terapkan secara permanen 3 persen di pemilu berikutnya," kata dia dalam acara seminar yang diselenggarakan di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Centre, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
