Kuala Lumpur, IDN Times - Siang itu, sebuah halte di kawasan Kuala Lumpur menjadi tempat pertemuan yang tak direncanakan, Senin (13/7/206). Sekelompok awak media, termasuk reporter IDN Times, tengah berbincang santai usai meliput ketika seorang perempuan yang duduk tak jauh dari lokasi sesekali melirik ke arah kami. Rupanya, ia sedang menguping percakapan kami dalam bahasa Indonesia.
Beberapa saat kemudian, perempuan itu memberanikan diri, dengan senyum malu-malu, ia membuka percakapan.
"Dari Indonesia ya?" tanyanya ramah.
Sapaan sederhana itu berubah menjadi obrolan hangat. Perempuan yang namanya disamarkan menjadi Sari itu mengaku berasal dari Madura, Jawa Timur. Sudah dua tahun terakhir ia meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di Malaysia.
Ada satu hal yang langsung menarik perhatian. Logat Madura yang biasanya begitu khas nyaris tak terdengar lagi. Sari justru lebih fasih berbicara dengan logat Melayu Malaysia.
"Sudah biasa di sini," ujarnya sambil tersenyum.
Ia mengaku sehari-hari lebih sering menggunakan bahasa Malaysia dibandingkan bahasa Indonesia, apalagi bahasa Madura.
