27 Tewas di Bar Bangkok, KBRI Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban

- Kebakaran di bar kawasan wisata Bangkok menewaskan 27 orang, sementara KBRI Bangkok memastikan belum ada WNI yang menjadi korban dan terus memantau situasi bersama otoritas setempat.
- Pintu darurat yang terhalang menyebabkan banyak pengunjung terjebak di dalam gedung, membuat proses evakuasi sulit dan sebagian besar korban mengalami keracunan asap.
- Otoritas Thailand menduga korsleting listrik pada unit AC sebagai penyebab awal kebakaran, dengan penyelidikan forensik masih berlangsung untuk mengidentifikasi korban serta memastikan penyebab pasti insiden.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran yang terjadi di kawasan wisata populer Bangkok itu langsung memunculkan kekhawatiran soal keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang mungkin berada di lokasi. Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Bangkok bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan otoritas setempat untuk memastikan kondisi WNI.
Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menyampaikan berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukan, hingga saat ini belum ditemukan informasi adanya WNI yang menjadi korban, baik meninggal maupun luka-luka. Pemantauan, kata dia, akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan.
“Berdasarkan koordinasi KBRI Bangkok dengan pihak kepolisian, rumah sakit, dan otoritas setempat, belum terdapat informasi adanya korban Warga Negara Indonesia yang meninggal maupun korban luka,” ujar Heni dalam keterangan resminya pada Senin (13/7/2026).
KBRI Bangkok menegaskan kesiapannya untuk memberikan pendampingan apabila di kemudian hari ditemukan WNI yang terdampak dari peristiwa ini. Pemantauan situasi akan terus dilakukan secara intensif bersama otoritas Thailand.
1. Pintu darurat terhalang, banyak pengunjung terjebak

Salah satu faktor yang memperparah jumlah korban dalam kebakaran ini adalah terhalangnya jalur evakuasi di dalam pub. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengungkapkan, dari dua pintu darurat yang tersedia di venue tersebut, keduanya terhalang oleh benda-benda yang menghalangi jalur keluar pengunjung.
“Ada dua pintu darurat, satu berada dekat dapur. Ada tumpukan peti bir yang menghalangi jalan. Dan ada meja yang menghalangi pintu darurat lainnya, sehingga menghambat evakuasi,” kata Chadchart kepada wartawan di lokasi.
Kondisi itu memaksa banyak pengunjung berlari ke bagian belakang gedung menuju dapur dan kamar mandi, alih-alih keluar melalui pintu utama. Petugas pemadam kebakaran Chakrit Khongkom, 45 tahun, yang tiba dengan truk pemadam pertama di lokasi, menuturkan sebagian besar korban yang selamat mengalami keracunan asap.
“Asap ada di mana-mana, sebagian besar yang selamat tersedak asap,” kata Chakrit, dilansir dari Channel News Asia.
Ia menambahkan, banyak pengunjung yang ditemukan terjebak di dalam toilet dan area belakang venue karena berusaha menghindari api yang berkobar dari arah depan panggung.
Rekaman kamera tubuh petugas darurat yang dilihat oleh Channel News Asia memperlihatkan petugas pemadam dalam masker oksigen menyisir ruangan gelap sambil membawa senter untuk mencari korban. Sejumlah korban terlihat tergeletak di lantai dekat toilet pub, sementara petugas penyelamat membawa tandu masuk ke dalam gedung.
2. Korsleting AC di langit-langit diduga jadi penyebab

Otoritas Thailand menyebut penyebab awal kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada unit pendingin udara yang terpasang di langit-langit pub. Dugaan itu masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim forensik yang diturunkan ke lokasi.
Berdasarkan keterangan para saksi dan korban selamat, api diperkirakan bermula dari area panggung bagian depan dan menjalar dengan sangat cepat ke seluruh ruangan. Seorang pengunjung asal Laos, Kan Kutirat, mengisahkan ia sedang minum sendirian di bar sekitar pukul 22.00 waktu setempat ketika pertama kali melihat asap mengepul di dekat panggung.
“Saya mendengar teriakan keras dari banyak orang di dalam kekacauan terjadi,” kata Kan.
Ia sempat membantu mengevakuasi seorang perempuan keluar dari pub sebelum api semakin membesar. Dalam unggahannya di media sosial, Kan menuliskan, “Saya hanya bisa membawa satu orang keluar. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Maafkan saya.”
Seorang anggota band yang tampil di venue itu menceritakan asap tiba-tiba memenuhi ruangan setelah lampu sempat padam sejenak, disusul ledakan besar dan kobaran api. “Setelah ledakan itu, saya tidak melihat ada yang berusaha berlari, sebagian besar dari mereka sudah tergeletak di lantai meminta tolong,” ujarnya kepada media lokal dengan kepala masih dibalut perban.
Ia menambahkan, ketika ia berlari menuju pintu dari atas panggung, suasana gelap gulita dan dipenuhi asap tanpa oksigen.
3. Penyelidikan berlanjut, KBRI Bangkok terus pantau situasi

Hingga Senin pagi, petugas darurat masih berada di lokasi kejadian untuk mempersiapkan pemindahan jenazah dan mengumpulkan barang bukti. Tim forensik diturunkan untuk membantu proses identifikasi korban yang belum semuanya teridentifikasi. Gubernur Bangkok menegaskan bahwa penyelidikan mendalam masih harus menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
Di luar lokasi pub, sejumlah keluarga dan kerabat korban terlihat menunggu dengan cemas mencari informasi soal orang-orang yang mereka cintai. Salah satunya adalah Sukanya Wongwongwai, 32 tahun, yang datang ke lokasi mencari seorang teman yang hilang. Dari para korban selamat yang ditemuinya, ia mengetahui bagaimana kekacauan itu berlangsung di dalam.
“Teman saya yang sedang bernyanyi di panggung berkata bahwa awalnya mereka mencium bau sesuatu yang terbakar, lalu tak lama kemudian mereka melihat langit-langit terbakar,” kata Sukanya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah orang terluka akibat reruntuhan dari langit-langit yang diduga terbuat dari bahan busa peredam suara. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI memastikan KBRI Bangkok akan terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand dan siap memberikan pendampingan jika sewaktu-waktu ditemukan WNI yang terdampak. Heni Hamidah menegaskan, pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan seiring penyelidikan yang masih berlangsung.

















