Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dahsyatnya Kebakaran Tanjung Puting, Relawan Mohon Bantuan Pemerintah
Video viral kebakaran di Tanjung Puting meluas /@Doktimtanjungputing
  • Video viral menunjukkan asap tebal dan titik api di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan kebakaran berdampak luas.
  • Kebakaran yang direkam pada 10 Oktober 2026 dilaporkan melanda Seruyan dan Kotawaringin Barat, termasuk sekitar Sungai Perlu serta Sungai Cabang, dan masih berpotensi meluas.
  • Relawan pelaku wisata telah membantu pemadaman selama beberapa hari, lalu memohon bantuan darurat pemerintah, termasuk pengerahan water bombing, untuk menangani kebakaran di zona inti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan di Taman Nasional Tanjung Puting terbakar besar. Asap tebal naik tinggi dan api masih menyala. Api sudah membakar sekitar 54 sampai 56 ribu hektare di Seruyan dan Kotawaringin Barat. Relawan wisata sudah mencoba memadamkan api. Sekarang mereka minta pemerintah cepat membantu dengan pesawat penyiram air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kebakaran yang masih berlangsung, keterlibatan relawan dari kalangan pelaku wisata menunjukkan kepedulian langsung terhadap Taman Nasional Tanjung Puting. Upaya pemadaman yang telah dilakukan selama beberapa hari, disertai penyampaian kondisi lapangan dan kebutuhan water bombing, memberi dasar bagi penanganan darurat yang lebih terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan dahsyatnya kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, viral di media sosial. Dalam video yang dibagikan Taman Nasional Tanjung Puting nampak kepulan asap membubung tinggi dari kawasan hutan yang terbakar.

Dalam video tersebut, kepulan asap tebal membubung dari dua sisi hamparan hutan, sementara titik api terlihat menyala di salah satu sisi kawasan.

Asap dari kedua sisi hutan terlihat membentang di atas hamparan vegetasi. Kondisi tersebut memperlihatkan besarnya area yang terdampak kebakaran, meski arah pergerakan api dan titik pertemuan kobaran belum dapat dipastikan.

1. Kebakaran terus meluas

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemantauan intensif, operasi darat dan udara, serta verifikasi langsung terhadap indikasi titik panas (hotspot) di lapangan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian setelah mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas pada pemantauan terbaru. (Dok. Kemenhut)

Berdasarkan informasi yang disampaikan seorang di tim Balai Taman Nasional Tanjung Puting, kondisi kebakaran itu direkam pada Sabtu (10/10/2026) sore. Luas area yang terbakar disebut mencapai 56.000 hektare dan masih berpotensi meluas.

Kebakaran dilaporkan mencakup wilayah Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk kawasan sekitar Sungai Perlu dan Sungai Cabang.

2. Relawan minta bantuan pemerintah

Bekas kebakaran lahan di Ring Road Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026). IDNTimes/Savi

Sementara itu, relawan dari kalangan pelaku wisata di Taman Nasional Tanjung Puting mengaku telah berupaya membantu memadamkan api selama beberapa hari terakhir. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk menangani kebakaran di dalam kawasan tersebut.

"Kami selaku relawan dari pelaku wisata di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting memohon perhatian dan bantuan segera dari pemerintah untuk menangani kebakaran hutan yang terjadi di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting," ucapnya.

3. Kerahkan water bombing

Pesawat TNI AU melaksanakan operasi water bombing untuk membantu pemadaman kebakaran di area TPA Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9). Upaya pemadaman dilakukan bersama tim gabungan untuk mengendalikan api. (Dok.BPBD Kabupaten Bogor)

Tim telah berupaya membantu memadamkan api di dalam kawasan tersebut. Namun, kebakaran masih berlangsung dan luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai kurang lebih 54 ribu hektar dengan potensi terus meluas.

"Melihat kondisi tersebut, kami memohon kepada pemerintah agar segera mengambil langkah penanganan darurat, termasuk mengerahkan bantuan water bombing untuk mempercepat pemadaman api dan mencegah meluasnya kebakaran," ucapnya

Curated For You

Editorial Team

Related Article