Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dasco: DPR Belum Terima Surpres Penggantian Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ketika melantik 734 perwira prajurit karier (Pa PK) TNI Tahun Angkatan 2026 di Lapangan Prima. (Dokumentasi Puspen TNI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menepis isu sudah ada surat presiden untuk mengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Isu tersebut muncul lantaran Presiden Prabowo Subianto sudah mengganti Kapolri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Jenderal Suyudi Ario Seto. Agus sendiri merupakan orang yang diidentikan kepercayaan dari Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo.

"Jadi, beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, apakah sudah menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI, menurut informasi yang kami dapat bahwa presiden belum akan mengganti Panglima TNI," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (7/10/2026).

Ketika ditanyakan soal alasan pengumpulan perwira tinggi TNI dikaitkan dengan rencana penggantian Panglima TNI, Dasco kembali menepisnya. Pada hari ini, Prabowo tidak hanya mengumpulkan perwira tinggi dari militer tetapi juga kepolisian.

"Hari ini dikumpulkan pati-pati bukan cuma dari TNI tetapi juga kepolisian. Itu memang keinginan presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Partai Gerindra itu.

1. KSAD Maruli tertawa saat dengar namanya masuk bursa Panglima TNI

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berkaca mata hitam (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sementara, salah satu perwira tinggi TNI yang diisukan menjadi calon kuat Panglima TNI adalah Jenderal Maruli Simanjuntak yang kini menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Meskipun idealnya asal matra untuk Panglima TNI bergilir.

Sebelumnya, Agus berasal dari matra darat. Maka, idealnya calon Panglima TNI berasal dari matra laut.

"Ya, gak apa-apa kalau calon (Panglima TNI) semua juga calon. Seluruh kepala staf itu kan calon (Panglima TNI)," ujar Maruli di Kompleks Istana, Jakarta Pusat pada Rabu (7/10/2026).

Ia menambahkan bukan sesuatu yang luar biasa bila nama tertentu, termasuk dirinya, masuk ke dalam bursa calon Panglima TNI.

"Ya, biasa," tutur dia.

2. Jenderal Agus Subiyanto resmi menjabat sebagai Panglima TNI pada November 2023

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto ketika menghadiri festival band TNI. (Dokumentasi Puspen TNI)

Sementara, Agus mulai dilantik pada November 2023 oleh Presiden ke-7 Joko "Jokowi" Widodo. Ketika itu, Agus sempat menyampaikan tiga janji yang akan ia tuntaskan ketika menjabat Panglima TNI.

Pertama, Agus bakal melakukan diplomasi dengan dalam misi pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Diplomasi tersebut melibatkan forkopimda. Pilot itu berhasil dibebaskan pada 21 September 2024.

Janji kedua Agus yakni menaikan tunjangan lauk pauk bagi para prajurit. Pihaknya ketika itu sudah mengajukan kenaikan anggaran ke Kementerian Pertahanan.

"Kemudian well-equipped diperlengkapi dengan baik dan tentunya well-paid, tunjangannya harus dinaikkan. Nanti secara bottom up saya akan mengajukan pada Kemhan dan Kemhan sudah acc untuk tunjangan uang lauk pauk, pasukan yang melaksanakan tugas operasi sehingga tidak terlalu jomplang dengan instansi lain," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu.

Janji ketiganya yakni mereorganisasi satuan drone hingga siber.

"Kemudian untuk profesional, well-equipped saya akan menggandeng (industri pertahanan) yang ada di Indonesia untuk perlengkapan yang digunakan secara perorangan ataupun satuan seperti senjata, drone dan juga kami akan mereorganisasi satuan-satuan drone dan satuan siber sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sekarang terjadi," ujarnya.

Agus juga akan meningkatkan produksi senjata buatan dalam negeri. Ia juga sempat membanggakan senjata buatan PT Pindad yang ikut kompetisi menembak di tingkat Asia Tenggara.

"Alhamdulillah dengan menggunakan senjata yang dibuat oleh Pindad, ARM (ASEAN Armies Riffle Meet) di Thailand yang sedang berlangsung dan kemarin sudah berlangsung personil TNI bisa meraih juara 1 ARM di Thailand. Ini biasanya ARM di negara-negara ASEAN secara bergantian dan tahun ini di Thailand. Itu semua menggunakan alutsista buatan dalam negeri. Jadi, kita harus berbangga produk dalam negeri," tutur dia.

3. KSAL disebut figur yang layak gantikan Jenderal Agus Subiyanto

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali ketika memberikan keterangan saat penyerahan alutsista AAV di markas marinir TNI AL. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, dalam pandangan analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, dari perspektif profesionalisme militer, senioritas, pengalaman dan keseimbangan antarmatra, nama Laksamana Muhammad Ali disebut figur yang paling layak dipertimbangkan sebagai Panglima TNI berikutnya. Ali merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1989 dan kini berusia 59 tahun dan empat bulan.

"Ia adalah perwira tinggi bintang empat paling senior di lingkungan TNI. Bahkan, KSAL lebih dulu memperoleh pangkat bintang empat dibandingkan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak (Akmil 1992), KSAU Marsekal M. Tonny Harjono (AAU 1993), Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita (Akmil 1991) maupun Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Akmil 1991)," ujar Selamat di dalam keterangan yang dikutip pada hari ini.

Alasan lain Ali dinilai lebih pas menjadi calon Panglima TNI selanjutnya yakni asal matranya dari Angkatan Laut. Hal ini akan mengembalikan keseimbangan antarmatra yang selama ini menjadi salah satu tradisi tidak tertulis di dalam regenerasi kepemimpinan TNI.

Ia menilai dari era Marsekal Hadi Tjahjanto, distribusi kepemimpinan antarmatra menunjukkan ketimpangan. Perwira tinggi dari matra Angkatan Darat lebih lama menjabat.

"Dari sisi keseimbangan organisasi, terdapat alasan yang cukup kuat agar giliran kepemimpinan kembali diberikan kepada matra laut. Hal ini penting bukan semata-mata soal pemerataan jabatan melainkan menjaga rasa memiliki (sense of ownership) seluruh matra di institusi TNI," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article