Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak mau memangkas tunjangan kinerja daerah (TKD) aparatur sipil negara (ASN) meski dana bagi hasil (DBH) Jakarta dipotong Rp15 triliun.
Keputusan itu diambil karena pengalaman pahit saat pandemik COVID-19, ketika pemotongan TKD disebut berdampak hingga memicu seorang pegawai mengakhiri hidupnya.
"Saya akan mulai dari mana, saya tidak mau TKD ASN itu dipotong. Karena pengalaman COVID yang lalu, terus terang sampai ada yang bunuh diri di Jakarta sehingga peristiwa itu saya tidak mau terulang kembali," kata Pramono dalam silaturahmi bersama DPRD DKI, DPR, dan DPD di Gedung DPRD DKI, Kamis ( 30/7/2026).
