Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dekapan Hangat Sang Nenek untuk Anak Harum Anjarsari: Ibu Lagi Bobo
Anak Harum Anjarsari (30) di TPU Cipayung, Jakarta Timur (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Pemakaman Harum Anjasari di TPU Cipayung berlangsung haru, dihadiri keluarga dan kerabat yang larut dalam kesedihan atas kepergian korban kecelakaan KRL Bekasi.
  • Momen mengharukan terjadi saat anak bungsu Harum mencari ibunya, lalu neneknya menenangkan dengan berkata 'Ibu lagi bobo', membuat suasana semakin pilu.
  • Kementerian Perhubungan menjelaskan kecelakaan bermula dari KRL Bekasi–Cikarang yang tertemper mobil di perlintasan JPL 85 hingga memicu tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
29 April 2026

Jenazah Harum Anjarsari dimakamkan di TPU Cipayung, Jakarta Timur. Keluarga dan kerabat hadir dalam suasana duka mendalam.

2026

Kecelakaan KRL terjadi di Bekasi Timur, menewaskan 16 orang termasuk Harum Anjarsari. Insiden bermula ketika KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan JPL 85 dan berujung tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan kereta terjadi di Bekasi Timur yang melibatkan KRL relasi Bekasi–Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek, menyebabkan 16 orang meninggal dunia termasuk Harum Anjarsari.
  • Who?
    Korban meninggal termasuk Harum Anjarsari (30), sementara pihak Kementerian Perhubungan memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Suami, anak, dan keluarga korban hadir dalam prosesi pemakaman.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang JPL 85 wilayah Bekasi Timur, sedangkan pemakaman Harum berlangsung di TPU Cipayung, Jakarta Timur.
  • When?
    Insiden kecelakaan terjadi pada Rabu, 29 April 2026. Prosesi pemakaman Harum dilaksanakan siang hari pada tanggal yang sama.
  • Why?
    Kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang hingga menimbulkan gangguan perjalanan dan tabrakan lanjutan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
  • How?
    Setelah tertemper mobil, rangkaian KRL berhenti dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa. Saat satu rangkaian lain diberhentikan di Stasiun Bekasi Timur, KA
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kereta yang tabrakan di Bekasi Timur dan banyak orang meninggal, termasuk ibu bernama Harum. Di pemakaman, keluarga Harum menangis sedih sekali. Suaminya dan dua anaknya datang. Anak kecilnya tanya soal ibunya, lalu nenek bilang ibunya lagi bobo. Semua orang peluk dan nangis karena sangat rindu Harum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah suasana duka di pemakaman Harum Anjarsari, tampak kehangatan dan kasih sayang keluarga yang begitu kuat. Pelukan lembut sang nenek kepada cucu kecilnya menunjukkan ketulusan cinta yang mampu menenangkan di tengah kehilangan. Kehadiran keluarga besar yang setia mendampingi juga mencerminkan ikatan emosional yang erat dan saling menguatkan dalam masa sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suasana haru menyelimuti pemakaman Harum Anjasari (30), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/4)/2026) siang.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, jenazah Harum tiba di TPU Cipayung diantar keluarga dan kerabat terdekat. Prosesi pemakaman berlangsung penuh duka.

Orang tua, suami bersama kedua anak Harum tampak hadir mengantar kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir. Tangis keluarga pecah di sekitar liang lahat saat prosesi berlangsung.

Pusara Harum dipenuhi bunga merah. Sebuah foto semasa hidupnya juga terlihat diletakkan di area makam.

Suasana semakin mengharukan ketika kedua orang tua Harum menggendong anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun.

“Ibu aku,” kata si anak menunjuk foto Harum.

Sang ibu terdengar menenangkan cucunya dengan berkata, “Ibu lagi bobo.”

Percakapan itu membuat Radit (36), suami Harum terlihat tidak kuasa menahan tangisnya. Hal serupa juga terlihat dari ayah Harum yang larut dalam kesedihan.

Harum diketahui menjadi salah satu dari 16 korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan KRL yang tertabrak KA di Bekasi Timur.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Editorial Team