Jakarta, IDN Times - Suasana haru menyelimuti pemakaman Harum Anjasari (30), salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan KRL, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/4)/2026) siang.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, jenazah Harum tiba di TPU Cipayung diantar keluarga dan kerabat terdekat. Prosesi pemakaman berlangsung penuh duka.
Orang tua, suami bersama kedua anak Harum tampak hadir mengantar kepergiannya ke tempat peristirahatan terakhir. Tangis keluarga pecah di sekitar liang lahat saat prosesi berlangsung.
Pusara Harum dipenuhi bunga merah. Sebuah foto semasa hidupnya juga terlihat diletakkan di area makam.
Suasana semakin mengharukan ketika kedua orang tua Harum menggendong anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun.
“Ibu aku,” kata si anak menunjuk foto Harum.
Sang ibu terdengar menenangkan cucunya dengan berkata, “Ibu lagi bobo.”
Percakapan itu membuat Radit (36), suami Harum terlihat tidak kuasa menahan tangisnya. Hal serupa juga terlihat dari ayah Harum yang larut dalam kesedihan.
Harum diketahui menjadi salah satu dari 16 korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan KRL yang tertabrak KA di Bekasi Timur.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
