Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Tambah 1: Mia Citra di RSUD Bekasi

- Jumlah korban jiwa kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang setelah Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi.
- Total korban luka mencapai 90 orang, dengan 44 sudah pulang dan 46 masih dirawat, termasuk tiga pasien dalam kondisi kritis di ICU RSUD Bekasi.
- Kecelakaan bermula dari KRL relasi Bekasi–Cikarang yang tertemper mobil di perlintasan JPL 85, memicu rangkaian insiden hingga tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Jakarta, IDN Times - Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah menjadi 16 orang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan korban terbaru merupakan Mia Citra (25) yang sebelumnya sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi Kota.
"Iya benar (bertambah jadi 16), info kami terima jam 11 siang ini di RSUD Bekasi, perempuan MC 25 tahun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Sementara untuk korban luka, kata dia, mencapai 90 orang. Rinciannya 44 korban sudah diperbolehkan pulang dan 46 pasien lainnya masih dalam perawatan.
Terpisah, Direktur Utama RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi mengatakan korban Mia Citra meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di ICU.
"Hari ini per hari ini pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini yang di ICU ada tiga dan qadarullah satu baru saja meninggal," tuturnya.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.


















