Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Demo Mahasiswa Besok: Simbolik di Tugu Proklamasi Lanjut Aksi di Tugu Tani
Aliansi BEM UI di Aksi Simbolik Matinya Reformasi Polri di depan Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Komite Sadar akan menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi dan aksi massa di Tugu Tani, Jakarta Pusat.

  • Gerakan ini melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan menghimpun survei dari 560 responden di Sumatera hingga Papua.

  • Survei menyoroti persoalan ekonomi, demokrasi, korupsi, lingkungan, pendidikan, serta kesehatan dan pelayanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (19/10/2026)

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Atop, menyampaikan rencana dua rangkaian aksi Komite Sadar.

Selasa (20/10/2026)

Komite Sadar dijadwalkan menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi dan aksi massa di Tugu Tani, Jakarta Pusat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Komite Sadar akan menggelar aksi simbolik dan aksi massa dengan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
  • Who?
    Komite Sadar yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, termasuk BEM UI, KM ITB, Universitas Padjadjaran, BEM Undip, BEM Unnes, Sema UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Unair, dan BEM Unibraw.
  • Where?
    Aksi simbolik berlangsung di Tugu Proklamasi, sedangkan aksi massa berlanjut di Tugu Tani, Jakarta Pusat.
  • When?
    Aksi dijadwalkan pada Selasa (20/10/2026). Pernyataan mengenai rencana itu disampaikan pada Senin (19/10/2026).
  • Why?
    Gerakan ini menghimpun keresahan masyarakat melalui survei dan menyoroti persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik.
  • How?
    Rangkaian kegiatan dilakukan dengan aksi simbolik pada pagi hari di Tugu Proklamasi, lalu aksi massa pada siang hari di Tugu Tani.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komite Sadar, yang berisi banyak kelompok mahasiswa, mau melakukan aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Mereka membawa hasil survei dari 560 orang tentang masalah negara. Mereka menyoroti harga kebutuhan pokok, kebebasan berpendapat, korupsi, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gerakan ini mempertemukan sejumlah organisasi mahasiswa dan menyuarakan keresahan masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua. Data tersebut memuat beragam persoalan yang menjadi perhatian responden, sehingga tuntutan yang dibawa mencakup ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) akan menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi dan berlanjut aksi massa di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Komite Sadar ini terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang dan Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM).

Selain itu, BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan BEM Universitas Brawijaya.

“Gerakan pada besok hari terdiri dari dua rangkaian yaitu pagi hari aksi simbolik (Tugu Proklamasi) dan siangnya aksi massa (Tugu Tani),” kata Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan alias Atop kepada IDN Times, Senin (19/10/2026).

Atop menjelaskan, gerakan mahasiswa ini menghimpun keresahan masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua.

“Hasil survei menunjukkan 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal,” kata dia.

Adapun persoalan yang menjadi sorotan dalam survei itu yakni 71,1 persen menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, 62,7 persen menyoroti pembredelan kebebasan berpendapat dan 70,6 persen menyoroti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara.

Kemudian, 83,5 persen menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan, 67,4 persen menyoroti mahalnya biaya pendidikan dan 41,6 persen responden menilai sektor ekonomi dan keuangan mendesak untuk diperbaiki.

“Temuan ini menjadi peringatan bahwa keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa perlu dijawab secara serius. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan yang menjadi perhatian responden,” kata dia.

Atop menjelaskan, Komite Sadar ini akan membaw beberapa tuntutan terkait isu-isu yang sedang disoroti akhir-akhir ini.

“Menuntut Pemerintah untuk menetapkan karhutla dan bencana banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini. Menuntut pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar Pembatasan kebebasan berpendapat. Maraknya Praktik KKN dan turunkan biaya pendidikan, kesehatan, pelayanan publik yang mahal dan berikan akses yang merata,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article