Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Depan Prabowo, Kiai Sahal Tantang Santri Protes jika Pimpinan Gontor Hidup Mewah
Pimpinan Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal saat sambutan dalam perayaan 100 tahun Gontor, Sabtu (26/9/2026). Tangkapan Layar Gontor TV
  • KH Hasan Abdullah Sahal mempersilakan santri memprotes gaya hidupnya apabila lebih mewah daripada kehidupan santri.
  • Makanan, pakaian, kendaraan, dan rumah disebut sebagai ukuran yang dapat dibandingkan antara pimpinan dan santri.
  • Pernyataan itu disampaikan saat Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
18-20 September 2026

Rangkaian peringatan 100 tahun Gontor berlangsung. Kegiatan diawali Khotmul Qur’an dan sujud syukur.

Sabtu (19/9/2026)

Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor digelar di Ponorogo. Hasan Sahal menyampaikan santri boleh mengkritik dan mendemonstrasikan dirinya jika gaya hidupnya lebih mewah.

Minggu

Reuni Akbar dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    KH Hasan Abdullah Sahal mempersilakan santri mengkritik dan mendemonstrasikan dirinya jika gaya hidupnya lebih mewah.
  • Who?
    Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal, santri, dan Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo.
  • When?
    Sabtu (19/9/2026), dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor.
  • Why?
    Jika terdapat perbedaan gaya hidup antara pimpinan dan santri.
  • How?
    Hasan Sahal membandingkan makanan, pakaian, kendaraan, dan rumahnya dengan kehidupan santri serta menyatakan protes, kritik, dan demo diperbolehkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

KH Hasan Abdullah Sahal bilang santri boleh protes, mengkritik, atau demo kalau hidupnya lebih mewah dari santri. Ia bicara di depan Presiden Prabowo Subianto di Gontor. Makanan, baju, kendaraan, dan rumahnya boleh dibandingkan dengan milik santri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernyataan Hasan Sahal membuka ruang bagi santri untuk menyampaikan protes apabila melihat perbedaan gaya hidup dengan pimpinan. Ukuran yang disebutkan secara terbuka, seperti makanan, pakaian, kendaraan, dan rumah, menempatkan kehidupan pimpinan dan santri dalam standar yang sama di lingkungan Gontor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, mempersilakan santri mengkritik hingga mendemonstrasikan dirinya, jika gaya hidupnya lebih mewah daripada mereka. Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Sahal di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).

“Saya ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden. Boleh disaksikan kalau makan saya, pakaian saya, kendaraan saya, rumah saya, apalagi melebihi makanan santri, pakaian santri, kereta kendaraan santri, rumah santri. Protes boleh,” kata Kiai Sahal, dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (19/9/2026).

1. Makan hingga rumah jadi ukuran

Pimpinan Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal saat menyampaikan sambutan dalam perayaan 100 tahun Gontor, Sabtu (19/9/2026). Tangkapan Layar YouTube Gontor TV.

Kiai Sahal menyebut sejumlah aspek kehidupan pribadi yang menurutnya dapat dibandingkan dengan kehidupan santri, mulai dari makanan, pakaian, kendaraan hingga rumah. Dia menyampaikan hal itu sebagai gambaran pola hidup yang dijalankan di lingkungan Gontor.

“Saya ulangi, kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo," kata dia.

2. Santri boleh kritik dan demo Kiai Sahal

Presiden RI, Prabowo Subianto mencium mushaf Alquran yang diberikan pihak Pondok Modern Darussalam Gontor. Momen itu terjadi saat Prabowo menghadiri acara Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) (dok. Setpres)

Kia Sahal bahkan secara terbuka menyebut kritik dan demonstrasi sebagai bentuk protes yang diperbolehkan, apabila terdapat perbedaan gaya hidup antara pimpinan dan santri. Dia kemudian mengaitkan sikap tersebut dengan identitas yang dijalankan Gontor.

“Inilah Gontor, inilah Gontor,” ujarnya.

3. Dikaitkan dengan wakaf pendiri

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) (dok. YouTube Setpres)

Kiai Sahal kemudian menghubungkan prinsip tersebut dengan para pendiri Gontor yang telah mewakafkan pondok. Dia menyebut wakaf itu dilakukan dengan keikhlasan.

Ushikum wa iyyaya... (Aku menasihati kalian dan diriku sendiri...) Dengan inilah maka para pendiri telah mewakafkan ini. Dengan ikhlas, dengan ikhlas,” katanya.

Pernyataan Kiai Sahal ini diungkapkan dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor pada 18-20 September 2026. Rangkaian diawali Khotmul Qur’an dan sujud syukur, dilanjutkan resepsi kesyukuran pada Sabtu serta Reuni Akbar pada Minggu.

Presiden Prabowo menghadiri resepsi tersebut setelah meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article